Universitas Maritim Raja Ali Haji Kepulauan Riau Uji Coba Wahana Bawah Laut. Selasa, (16/2) Foto : umrah.ac.id

BATAM, SIJORITODAY.com— Universitas Maritim Raja Ali Haji Kepulauan Riau melakukan ujicoba Wahana Bawah Laut Tanpa Awak. Ujicoba perdana Autonomous Underwater Vehicle (AUV) dilakukan di pesisir Tanjungsiambang Pulau Dompak, Selasa (16/2).

Ujicoba dilakukan oleh dosen dan para mahasiswa fakultas ilmu kelautan dan perikanan dan disaksikan langsung oleh Rektor UMRAH  Prof. Dr.Syafsir Akhlus,M.SC.

Ujicoba menandakan bahwa UMRAH merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki wahana bawah laut tanpa awak (AUV) dengan ukuran kecil dan portable seberat 25 kiligram dan panjang 180 cm.

UMRAH Light Autonomous Underwater Vehicle (LAUV) adalah identitas yang disematkan pada AUV yang memiliki kemampuan jelajah sampai kedalam 100 meter dengan kecepatan maksimal 4 knot.

UMRAH LAUV juga dilengkapi dengan kemampuan Side Scan Sonar, Forward Looking Echo Sounder, Doppler Velocity Log (DVL), kamera resolusi tinggi (720p) serta mampu mengukur suhu, salinitas, arus, chlorophyl, kedalaman dan beberapa parameter lainnya.

Melalui teknologi komunikasi WIFI Modem Akustik, GSM/HDSPA dan satelit Iridium, UMRAH LAUV dapat menerima perintah dari pengguna yang kemudian LAUV mengirimkan data hasil perekaman secara real time.

UMRAH LAUV dapat digunakan untuk berbagai kepentingan seperti pengawasan dan pengamanan bawah laut, pencarian objek/target dibawah laut, penelitian arkeologi bawah laut, inspeksi pipa bawah laut, survey hidrografi, penilaian secara cepat lingkunagn bawah laut, pemetaan pengerukan di dasar laut serta riset oseanografi.

Dengan penggunaan alat UMRAH LAUV para peneliti UMRAH diharapkan dapat melakukan eksplorasi sumber daya kemaritiman di Laut Cina Selatan yang masih penuh misteri dan belum terjamah oleh atmosfer akademik.

Autonomous Underwater Vehicle pertama kali dikembangkan di Laboratorium Fisika Terapan di University of Washington pada awal tahun 1957 oleh Stan Murphy, Bob Francois dan kemudian diteruskan oleh Terry Ewart.

Seiring perkembangan zaman  instrumen ini terus berevolusi, hingga kini memiliki ukuran lebih kecil dan ringan, sehingga memudahkan penggunaan dalam memobilisasi peralatan.

 

Sumber : umrah.ac.id

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here