Rumah Bakau Indonesia melakukan penanaman kembali bibit pohon bakau di kawasan hutan bakau yang mengsalami kerusakan di Batam. Foto : aan

BATAM, SIJORITODAY.com– – Dua ribu lima ratus bibit pohon bakau ditanam guna memperbaiki hutan bakau yang rusak akibat proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Batam, Kepulauan Riau. Proyek pipa suplai gas dari Anambas menuju Batam telah menyebabkan sejumlah pohon bakau ditebang.

Saat ini pemerintah pusat melalui PLN tengah membangun PLTG di Batam. Konsorsium beberapa perusahaan akan mengerjakan proyek pipa suplai gas dari Kepualuan Anambas hingga Batam. Proyek pembangunan pipa suplai gas tersebut melewati hutan bakau, akibatnya dilakukan penebangan sejumlah pohon bakau.

Rumah Bakau Indonesia, Rizaldi mengatakan, seharusnya penanaman kembali bibit bakau di kawasan hutan bakau dilakukan oleh pemerintah. Dari riset yang telah dilakukan Rumah Bakau Indonesia, jumlah kawasan hutan bakau di Batam semakin hilang akibat penebangan.

“Apa bila kita tidak berjuang sekarang, bakau ini akan hilang. Pertahun satu juta pohon bakau hilang secara konsisten dari Batam.  Pohon bakau yang ditebang diolah dan kemudian dijadikan arang, selain itu juga digunakan sebagai pendukung bangunan”. Kata Rizal.

PT Batam Trans Gasindo (BTG) yang akan menjadi operator dan pemasok gas ke PLTG melalui Budi, perwakilan perusahaan mengakui, akibat proyek pipa suplai gas, ekosistem pohon bakau mengalami penebangan.

“Kita (BTG) harus bertanggung jawab terhadap lingkungan yang kita rusak,” tutur Budi.

Sementara itu, pemerhati lingkungan hidup Universitas Riau Kepulauan, Rumbadi Dalle mengatakan, kerusakan lingkungan di Batam semakin memperihatinkan. Dia menilai baik pemerintah atau pun perusahaan belum cukup serius terhadap isu lingkungan.

“Mahasiswa dari segala konsentrasi ilmu harus ambil bagian,” katanya pada sijori today.com, Minggu (20/3).

Pihak Unrika akan mengerahkan mahasiswa untuk melakukan penanaman kembali hutan bakau di wilayah yang mengalami kerusakan parah di Batam. Dengan tujuan mempertahankan keberadaan hutan bakau di wilayah pesisir pulau Batam, tutup Wakil Dekan Fakultas Hukum Unrika.

Penulis : aan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here