Budi Waseso, Kepala BNN Dan Nurdin Basirun, Gubernur Kepri Tandatangan Komitmen P4GN di Kapolda Kepri, Kamis (21/7) Foto : Humas

BATAM, SIJORITODAY.com – -Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun menandatangani komitmen bersama Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di wilayah Provinsi Kepulauan Riau dengan seluruh Forum Komunikasi Perangkat Daerah (FKPD) Provinsi Kepri, Kamis (21/7) di Mapolda Kepri.

Sejumlah kepala FKPD turut serta menandatangani komitmen pemberantasan Nakoba antara lain Kapolda, Danrem 033/WP, Danlanramal IV, Kajati, Ketua Pengadilan Tinggi, Danguskamlabar , Ketua DPRD Kepri, Ka.BNN P, ka,Kanwil Bea Cukai, Ka.Kanwil KuhHam, Ka.BPOM  , Danlanud, Ka.Bakamla, Kabinda, Ka.BP Kawasan.

Acara tersebut disejalankan dalam  acara Tatap Muka Kepala BNN dengan TNI-Polri dan Aparat Penegak Hukum Serta Komitmen Bersama P4GN yang dihadiri langsung oleh Kepala BNN RI, Komjen. Pol. Drs.  Budi Waseso.

Pada kesempatan tersebut, Nurdin menyatakan sangat berkomitmen memberantas Narkoba. Dan juga akan terus mendukung setiap usaha dalam pemberantasan narkoba terutama di wilayah Provinsi Kepri.

“Kondisi Indonesia  darurat narkoba bukan untuk ditakuti, tetapi   untuk dihadapi. Termasuk Kepri, menjadi sasaran utama penyebaran Narkoba karena letak geografis Kepri yang berbatasan dengan negara asing. Untuk itu kita harus sepakat untuk  bersama-sama merapatkan barisan dengan usaha maksimal, bersinergi ,bertekad untuk  memerangi narkoba. Kuncinya adalah komitmen dan konsisten,” kata Nurdin.
Nurdin yakin dengan tekad, semangat dan komitmen bersama, Kepri maupun Indonesia bisa bebas Narkoba seperti negara Thailand yang sudah zero narkoba.

Selain itu, Nurdin juga mengingatkan dan mengajak seluruh lini masyarakat untuk sadar dan waspada bahwa sasaran narkoba tersebut adalah untuk menghilangkan generasi, generasi hilang akan turut menghilangkan sejarah. Dan pada akhirnya hilanglah negara Indonesia.

Sementara itu, Kepala BNN RI, Komjed Pol Drs Budi Waseso menegaskan bahwa narkoba adalah mesin pembunuh massal yang merusak fungsi kerja otak. Dari analisa yang dilakukan di lapangan diperkirakan 40-50 orang meninggal per hari. Dan penyalahguna narkoba aktif di Indonesia mencapai 5 juta orang.

“Kita harus sadar bahwa Indonesia merupakan  pangsa pasar terbesar peredaran narkoba. Dan Kepri, sebagai wilayah kepulauan, di jalur perlintasan internasional merupakan salah satu sasaran utama masuknya narkoba. Apalagi banyaknya kapal yang sandar dan kebutuhan pokok yang diimpor,” ungkap Budi Waseso.

Budi juga mengungkapkan bahwa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) menjadi salah satu pusat kendali peredaran gelap narkoba. Hal tersebut terjadi karena tersangka narkoba tdk langsung dieksekusi. Ada 60 jaringan Lapas yang dikendalikan narapidana dari 22 Lapas di Indonesia.

Selain itu, Budi mengingatkan semua elemen masyarakat untuk belajar pada sejarah bagaimana Inggris mengalahkan Tiongkok. Cara yang dipakai Inggris adalah dengan membanjiri Tiongkok dengan  narkoba sehingga masyarakat Tiongkok lemah dan memudahkan Inggris untuk menguasai Tiongkok.

Penulis : pan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here