Tersangka Aris Hardi Halim hanya tertawa menanggapi dirinya yang dijebloskan penyidik Kejati Kepri ke dalam penjara, Kamis (28/7). Foto : ist

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – -Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Batam, Kepulauan Riau, Aris Hardi Halim tersangka kasus korupsi dana Bansos (Bantuan Sosial) Persatuan Sepakbola (PS) Batam sebesar Rp. 715 juta tahun anggaran 2011-2012, akhirnya dijebloskan Penyidik Kejaksaan Tinggi Kepri ke Rutan Kelas IA Tanjungpinang, Kamis (28/7/2016).

Aris Hardi Halim ditahan setelah sebelumnya memenuhi panggilan kedua, penyidik Kejaksaan Tinggi Kepri, untuk diperiksa sebagai tersangka.

“Tersangka AHH kami tahan sebagai tersangka dalam kasus korupsi Bansos Batam ke PS Batam. Penahanan tersangka ini merupakan rentetan dari dua tersangka lainnya yang sebelumnya sudah duluan ditahan,” kata Asisten Pidana Khusus Kejati Kepri, N. Rahmat SH.

Ditambahkan Rahmat, Sebelum dilakukan penahanan, tersangka sebelumnya juga sempat mangkir dari panggilan penyidik Kejaksaan, dengan alasan meminta pemeriksaannya diundur akibat pengacaranya belum dapat mendampingi.

“Hari ini yang bersangkutan memenuhi panggilan kedua penyidik, dan dilakukan pemeriksaan dengan didampingi kuasa hukumnya, dan setelah pemeriksaan, sangat cukup alasan untuk menahan yang bersangkutan 20 hari kedepan,” sebutnya.

Rahmat juga menjelaskan, tersangka datang menghadiri panggilan pemeriksaan sekitar pukul 14.00, sudah dilakukan pemeriksaan dan sudah dilakukan pengecekan kesehatan.

“Tersangka dalam keadaan sehat, hari ini bisa dilakukan penahaan,” ungkapnya.

Sebelumnya, AHH ditetapkan sebagai tersangka bersama dua tersangka lainnya masing-masing Kh dan Rst dalam korupsi Bansos Kota Batam. Ketiga tersangka, mengajukan Dana Bantuan Pembinaan dari APBD ke PS Batam, selanjutnya oleh Pemko Batam dikucurkan Rp. 715 Juta.

Namun dalam pelaksananya, ke tiga tersangka tidak dapat mempertanggungjawabkan penggunaan dana Bansos yang diterima, hingga terindikasi disalahgunakan atau dikorupsi.

Ketiga tersangka dijerat dengan pasal 2 juncto pasal 3 juncto pasal 9 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 KUHP.

“Untuk proses lebih lanjut, setelah BAP penyidikan ketiga tersangka selesai, berkas perkaranya akan segera kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor guna disidangkan,” pungkas Rahmat.

Sekitar pukul 16.17 tersangka Aris Hardi Halim keluar dari ruangan Pidana khusus Kejati dengan dikawal pengacara, sambil berjalan tersangka mengatakan, kita ikuti saja prosedurnya, kita serahkan saja proses hukum yang berlaku,” ucapnya sambil berjalan menuju mobil tahanan.
Penulis : red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here