TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Daerah, Himpunan Mahasiswa Kabupaten Natuna (HMKN) Tanjungpinang, menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (09/08). Sore pukul 16.30 WIB.

Aksi unjuk rasa yang digelar dibundaran pamedan itu, menuntut Presiden RI, Jokowi agar membatalkan wacana pengiriman 6000 Tenaga Kerja asal Pulau Jawa, ke Kabupaten Natuna.

Selain itu, Mahasiswa juga menggunakan tehatrikal, dengan menggunakan, foto bupati dan Wakil bupati Natuna.

Dalam Aksi tersebut, Ketua HMKN Tanjungpinang, Februyadi, mengatangan kedatangan para Nelayan asal jawa, dengan alat tangkap yang moderen menghawatirkan para nelayan tradisonal di Natuna, untuk itu pemerintah harus bisa berlaku adil terhadap kebijakan tersebut.

“Lemahnya pengawasan, dan perhatian pemerintah terhadap Nelayan Natuna, sehingga dihawatirkan para nelayan dengan alat tangkap canggih, bisa mengekploitasi kekayaan Natuna. Apalagi selama ini, perhatian pemerintah terhadap natuna sangat minim,”Ungkap Februyadi.

HMKN meminta kepada pemerintah, agar tidak melupakan para nelayan lokal di Natuna.”Upaya-upaya kongrit harus ada,dalam memperhatikan Nelayan Lokal, muali dengan menyiapkan alat tangkap yang moderen, sehingga para nelayan Natuna tidak menjadi penonton dinegrinya sendiri,”Ungkapnya.

Yang menjadi persoalannya ketika para Nelayan dari jawa, berbondong-berbondong ke Natuna, lalu pengawasan, dan perhatian pemerintah minim, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi sebuah tindakan Kriminal yang tinggi, jelasnya.

“Maka dari itu, jika kedatangan para nelayan jawa, tidak dibarengi dengan pengawasan, dan regulasi yang jelas dari pemerintah daerah, maka kami Mahasiswa Natuna Tanjungpinang, sepenuhnya menolak, kedatangan 6000 Nelayan tersebut,”ungkapnya kembali.

Aksi unjuk rasa dimulai pukul 16.30 WIB tersebut dikawal sekitar 50 personil gabungan dari Mapolres Tanjungpinang.

 

Penulis : Eb

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here