TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Puluhan Mahasiswa kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Jalan Ahmad Yani (09/08).

Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Kepulauan Riau (Gravis Kepri), Forum Demokrasi Mahasiswa (FDM), dan Gerakan Pemuda Daerah melakukan aksi lanjutan, atas kasus aksi unjuk rasa pada selasa, (02/08) lalu.

Namun massa kali ini, lebih banyak bila dibandingkan dengan masa sebelumnya.

Belly Massura dari Gerakan Aktivis Kepulauan Riau (Gravis Kepri) mengatakan aksi kali ini, merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya, “dimana pada aksi lalu, belum ada win solusi dari Ketua PN Tanjungpinang,”ujarnya.

Puluhan Mahasiswa ini, menduga ada permainan pihak Kejaksaan,sehingga menghilangkan dugaan pelanggaran terhadap kedua kapal yang ditangkap Lantamal IV Tanjungpinang, Yakni KM Kawal Bahari, dan KM Kharisma.

“Penyidik seharusnya mendakwa dengan pasal penyelundupan, perdagangan. Namun dalam dakwaan, dan yang diproses persidangan hanya mberlangsung pelayaran. Yang mana hanya melanggar UU no 17 Tahun 2012, tentang Pelayaran sebagaimana pasal 285, dengan ancaman 1 (satu) tahun penjara, atau denda 200 juta,”Ungkap Belly Massura.

Selain itu, Mahasiswa Mengecam atas tindakan premanisme, yang dilakukan oleh Mafia penyelundup, didalam pengusiran wartawan beberapa waktu lalu.

“Larangan Pewarta untuk melakukan peliputan, di Pengadilan, merupakan perbuatan yang sangat keji, dan itu merupakan perbuatan melawan Negara,” Ujar Jainal.

Aksi yang dimulai pukul 11.00 WIB ini, hingga berita ini diposting aksi demo tersebut masih berlangsung di Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

 

Penulis : Eb

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here