LINGGA, SIJORITODAY.com– Akibat devisit yang melanda Pemerintah Kabupaten Lingga beberapa tahun belakangan ini membuat dua ruas jalan di Kecamatan Lingga Utara terancam putus akibat longsor, karna tidak ada anggaran untuk pemeliharaan.

Kedua jalan tersebut yakni, jalan menuju Tanjung Bungsu, Desa Resun Pesisir, serta desa Rantau Panjang. Dua jalan itu, saat ini telah ambruk dihantam longsor beberapa waktu lalu, sehingga masyarakat harus ekstra hati-hati dalam berkendara. Baik menggunakan roda dua, maupun roda empat.

Kepala Desa Resun Pesisir, Mawardi mengatakan, meski longsor memakan badan jalan, akan tetapi aktivitas masyarakat masih berjalan lancar. Namun, dirinya memperkirakan apabila hujan deras dan berhari-hari kembali mengguyur jalan tersebut, kemungkinan longsor susulan akan kembali terjadi.

“Kendaraan masih bisa lewat, badan jalan di perkirakan 12 meter tersisa 3,5 meter akibat longsor. Aktivitas kendaraan roda empat masih bisa lewat, tapi harus hati-hati, bila hujan deras takutnya longsor kembali terjadi,” terangnya, Senin (22/08).

Bahkan, terkait kondisi tersebut, dirinya mengaku telah mengkonfirmasi kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lingga. Namun, apa boleh buat, akibat devisit dan bukan skala prioritas di tahun 2016, jalan tersebut belum bisa di perbaiki.

“Kejadian ini juga sudah saya sampaikan ke Dinas PU Kabupaten Lingga supaya mendapat perhatian dan antisipasi sebelum hujan deras kembali mengguyur. Karena kondisi keuangan Lingga belum stabil, untuk tahun ini tidak ada peningktakan jalan,” cetusnya.

Ditempat yang terpisah, Ketua pemuda Desa Rantau Panjang Baba (30) juga mengatakan hal yang serupa, jalan di desa mereka (Rantau Panjang) sama parahnya dengan jalan menuju Tanjung Bungsu, bahkan dirinya mengaku disaat hujan menerpa, kondisi jalan sulit dilalui.

“Kalau hujan jalan itu betul – betul tidak bisa ditempuh. Disini masyarakat yang ingin ke Ibu kota kabupaten banyak. Ada yang honor maupun PNS, kalau hujan itu tidak bisa lewat,” keluhnya.

Dikatakannya, dalam waktu dekat PLN sudah mulai akan mendirikan tiang listrik di jalan menuju desa Rantau Panjang tersebut. Namun, dengan kondisi jalan yang saat ini banyak dihantam longsor, membuat masyarakat setempat harus bersusah payah untuk memperbaiki jalan lintas satu-satunya itu secara swadaya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lingga Indra Asmara Putra membenarkan atas longsor yang menghantam badan jalan di kedua desa tersebut. Namun, anggaran masih menjadi problema untuk mengatasi permasalahan itu.

“Akhir-akhir ini cuaca memang cukup ekstrim, sehingga mengancam dua titik jalan yang ada di Kecamatan Lingga Utara,” tuturnya.

Saat ini, jalan menuju kedua desa tersebut sangat memperihatinkan. Pasalnya banyak jalan yang sulit dilalui, Indra juga mengaku, jika pihaknya melakukan penanganan, dinas harus berpijak pada anggaran, untuk tahun ini, anggaran tidak ada, apa lagi pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).

“Secara tanggung jawab tetap Dinas PU. Akan tetapi, Tahun 2017 dua jalan ini menjadi prioritas kita untuk ditingkatkan,” suguhnya.

Pantauan di lapangan, untuk jalan menuju Tanjung Bungsu, sejumlah tanjakan mulai terkikis serta membentuk alur air yang membahayakan pengendara. Sebelumnya, di jalan tersebut juga pernah terjadi longsor, akan tetapi telah dilakukan perbaikan oleh masyarakat dengan cara membangun jembatan secara swadaya guna dapat dilintasi.

 

Penulis : Wira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here