Bagaimana Mendongkrak Kunjungan Wisata ? 

0
584

DIAN FADILLAH, S.Sos, Pemerhati Pariwisata

Kunjungan wisata adalah merupakan aktivitas yang dinanti nanti oleh setiap orang di manapun berada apakah di perkotaan ataupun dipedasaan. Apakah itu hari hari biasa (weekday) ataupun hari hari libur (weekend).

Apakah itu penjual kue, penjual cinderamata ataupun barang barang khas daerah yang sebahagian besar pendapatannya diperoleh dari pengunjung atau tamu yang datang ke daerahnya dengan harapan mendapatkan uang sebagai penghasilan keluarga yang di tunggu setiap orang di dunia ini. Orang dewasa menyukainya, remaja juga mau apalagi kalau ditanyakan kepada anak anak kecil kita yang manis.

Mereka semua tidak pernah menolak kalau diajak asal “gratis” pergi pulangnya dan waktunya tersedia (alias waktu liburan). Apabila pada waktu liburan itu muncul sudah pasti kita sudah melakukan segala persiapan. Apakah itu persiapan uang, waktu dan kesempatan.

Pasti setiap orangtua akan menyikapi itu dengan perencanaan matang tentunya sehingga akan menjadi sebuah moment liburan yang mengesankan dan memberikan kenangan selamanya.

Tentu saja kemasanan paket perencanaan perjalanan yang ditawarkan oleh Biro Perjalanan Wisata Umum atau Khusus dengan harga yang terjangkau serta lengkap agar liburan yang direncakana benar-benar nyata.

Sebuah perjalanan kuat dengan muatan reborn dan refresh tak terlupakan. Apabila dilihat dari asbabunnuzul (asal usul) kata Kunjungan merupakan suatu kegiatan atau perbuatan, proses, hasil yang dapat mengunjungi atau berkunjung.

Suatu lawatan yang perlu diadakan pada prinsipnya suatu kunjungan
Menurut ahli M.kasrul yaitu : Ingin bersantai, bersuka ria, rileks Ingin mencari suasana baru/ lain Memenuhi rasa ingin tahu dan menambah wawasan.

Ingin berpetualang dengan mencari pengalaman baru. Mencari kepuasan dari yang sudah didapatkan. Apa hal yang harus dibenahi daerah untuk menarik kunjungan wisata ?

Kentalnya nuansa melayu dan kedatangan etnik dan budaya lain harusnya dapat dilihat positif sepanjang masing-masing memiliki rasa kebersamaan yang kuat satu dengan yang lain.

Merasa memiliki, merasa menyenangi, berkewajiban mengangkat daerah untuk perkembangan secara bersama-sama. Daerah kepri yang lebih banyak memiliki potensi maritime dengan kelaluatan dan perikannya penuh dengan limpahan rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa.

Selain letak geografisnya yang strategis berada di pintu masuk Selat Malaka dari sebelah Timur juga berbatasan dengan pusat bisnis dan keuangan di Asia Pasifik yaitu Singapore (juga berbatasan langsung dengan Malaysia).

Dengan Motto Berpancang Amanah, bersauh Marwah daerah bertekad membangun menjadi salah satu pusat pertumbuhan perekonomian nasional dengan tetap mempertahankan nilai-nilai Budaya Melayu yang didukung oleh masyarakat yang sejahtera, cerdas, dan berakhlak mulia.

Apakah kita membiarkan gateway kita diam sahaja ? apakah yang harus dilakukan saat ini ? Airport, Pelabuhan, Terminal apalagi Kantor-kantor Pemerintahan, rumah-rumah penduduk harusnya memperlihatkan dan melambangkan kekentalan melayu secara signifikan. Karena untuk mengadakan sesuatu kunjungan adalah suatu hal yang tidak terlepas dari promosi daerah itu melalui media social termasuk yang diberitakan di media massa tv, radio dalam acara acara tertentu.

Kunjungan yang dapat mendongkrak PAD, memiliki nilai nilai positif yang menjadi kenangan yang tak terpisahkan yang tidak dapat dilupakan dari segi keunikan dan kekhasannya. Artinya tugas daerah melalui Pemimpinnya yaitu DR. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si adalah mengawasi pejalanan proses itu dengan sembari memberikan perintah kepada instansi terkait untuk preparing ther programme untuk menyiapkan secara one stop tourism object yang berupa wisata, kuliner, dan new area yang menantang untuk didatangi yang bisa saja bersifat Adventure atau Chalanger.

Dalam memberdayakan berbagai potensi yang ada Provinsi berusaha untuk tetap menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penerapan Good Governance dan Clean Government dengan memberikan kemudahan berinvestasi sehingga dapat menarik lebih banyak investor baik domestik maupun asing untuk menanamkan modal dan berkunjung.

Kesan yang diharapkan adalah setelah mengunjungi akan datang lagi pada kesempatan lain atau bercerita kepada orang lain sehingga minat datanng akan terbuka secara luas. Akhirnya kita betul betul tinggal menunggu pendapatan yang besar dan akan diterima oleh semua element masyarakat sehingga terciptalah lapangan kerja baru yang patut dibanggakan.

Kita menyadari bahwa kita memerlukan banyak hal yang perlu disikapi secara koninuitas untuk melaksanakan Refleksi, revitalisasi, relokasi yang besar
agar dapat dijadikan loncatan loncatan tinggi pendapatan yang berangkat dari
sebuah pemikiran baru dengan membuat terobosan atau gebrakan baru agar lebih memperlihatkan hasil untuk kesinambungan. Daerah secara maksimal harus berupaya mengatasi deficit anggaran yang belum jelas kapan berakhir ujungnya ini.

Kondisi harus nya membuat kita dapat berkreasi dan focuskan kepada Objek
wisata daerah yang nature ataupun manmade sebagai daya tarik wisatawan dengan membuat dan menciptakan kawasan penangkaran Ikan, Udang, penyu, Kancil ataupun itik secara terkoordinir melalui titik di masyarakat.

Saya rasa Kota Tanjungpinang sebagai salah satu destinasi wisata yang memiliki potensi nuansa yang bukan hanya religious saja sekaligus memiliki pola untuk menciptakan inovasi yang tetap bersentehan dengan kekentalan budaya melayu yang orisinil bisa melakukan pergerakan agar dapat diikuti oleh Bintan,Batam dan Kabupaten Kota lain agar Nampak nyata sedikit lebih bergerak maju ke depan dengan terobosan-terobosannya yang notabene sebagai sebuah kawasan yang mempunyai aset budaya yang sangat penting untuk meningkatkan image sebuah daerah.

Segera lakukan upaya mendongkrak PAD .. itulah yang harus dilakukan sembari melengkapi sarana prasarana pendatang untuk visitor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here