TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Deputi UN-SWISSINDO Kepri menolak jika dikatakan dokument lembaganya tersebut dikatakan palsu. Hal tersebut dikatan Yelfian menanggapi pernyataan  dari Bank Indonesia perwakilan Kepri, yang menyatakan lembaga pelunasan hutang adalah ilegal alias ‘penipuan’. Rabu (09/11/2016).

“Kalau dibilang asli, atau palsu. Ya harus di Uji dulu, emas aja kalau asli dan palsu melewati pengujian,”katanya.

Selain itu katanya, pihaknya mempersilakan kepada pihak-pihak lain yang meragukan keaslian dokument yang dimiliki UN-SWISSINDO.

“Silakan saja dibuktikan kalau itu palsu. BI, jangan bicara dibelakang meja. Kami udah dapat persetujuan OJK,”sebutnya.

Diakui Yelfian, keberadaan UN-SWISSINDO di kepri setidaknya telah melunasi utang para nasabah sebanyak 6 orang.

“Udah ada 6 orang nasabah yang kita lunasi,”Jawabya ketika ditanya apakah UN-SWISSINDO pernah melunasi utang nasabah diperbankan, seperti yang dikatakan pada program tersebut.

Sayangnya, Yelfian ketika didesak, Bank mana yang telah membebaskan utang para anggota UN-SWISSINDO, Yusfendi tidak bisa menjelasakan.

UN-SWISSINDO merupakan lembaga yang bisa melunasi utang para nasabah di beberapa perbankan. Sebelumnya Bank Indonesia telah menegaskan bahwa lembaga tersebut ilegal, dan dokumennya Palsu.

 

 

Penulis: Eb

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here