TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com РР Mantan Karyawan PT. Wangsa Mitra Fantasi, yang menaungi Amazone di Tanjungpinang City Center Kilometer 8, Ogah membayarkan gaji mantan karyawwannya, Kamis (01/12/2016).

Muhamad Rasyid Nasution mantan karyawan amazone, mengaku heran, dengan kibijakan management perusahaan tempat dia bekerja, pasalnya pihak management enggan membayarkan gajinya, meski ia telah mengajukan surat pengunduran diri.

Rasyid sapaan akrabnya mengatakan, gaji yang belum dibayarkan oleh perusahaan tersebut hanyalah bulan terahir bekerja.

“Gaji saya dibulan terahir hingga kini belum dibayarkan padahal saya udah mengajukan surat pengunduruan diri sebagai karyawan diperusahaan tersebut,”Ungkap Rasyid.

Sangat disayangkan, sikap perusahaan tersebut, pasalnya selama ini, dirinya memegang teguh prinsip perusahaan yang tempat ia bekerja.

“Saya tidak akan membocorkan rahasia perusahaan tersebut. Saya berpegang teguh pada prinsip, yakni bekerja dengan kejujuran. Ada peristiwa pidana yang terjadi di interen karyawan beberapa waktu lalu, tapi saya diamkan. Selama ini saya udah baik-baik,”sebut Rasyid.

Lanjut Rasyid, alasan perusahaan tidak bisa mengeluarkan Gaji dibulan terahir dikarnakan saya mengajukan surat pengunduran diri secara mendadak.

“Alasan management, saya mengundurkan diri mendadak. Mereka bilang kalau mengundurkan diri mendadak itu gak bisa. Tapi ini udah berapa lama saya tunggu-tunggu gaji saya,”Ungkapnya.

Jumlah haknya, selama ini Rasyid menambahkan sekitar 2-3 Juta, tapi selakan perusahaan mau menghitung seperti apa, dan berapa jumlah yang akan mereka bayarkan.

“Gaji di awal bulan itu dipotong separoh gaji. Kalau pas berhenti boleh diambil, ditambah gaji bulan terahir pas saya berhenti. Jadi saya prediksi sekitar 3 Juta,”Ungkapnya.

Sementara terpisah, Manager Operasional, Amaozone yang dihubungi melalui sambungan teleponnya membenarkan bahwa perusahaannya belum membayarkan gaji Muhamad Rasyid Nasution.

“Bukan tidak mau bayar. Tapi saya lagi memperjuangkan ke HRD. Sekarang posisi saya diluar kota, nanti kalau HRDnya perintahkan bayar, maka akan saya bayar, akan tetapi jika HRD menolak maka saya tidak bisa berbuat apa-apa,”Ungkap Heru.

Heru menjelaskan kebijakn tersebut sesuai dengan aturan internal perusahaan, dimana kalau berhenti itu tidak boleh mendadak.

“Ada aturan terbaru dari perusahaan. Dimana kalau mau berhenti harus jauh-jauh hari,”ungkapnya.

Namun ketika ditanyai mengenai aturan yang dimaksud bertentangan dengan UU ketenagakerjaan, Heru malah enggan menanggapi.

“Kalau UU, saya tidak mau tanggapi, saya tidak mau komentar. Itu buka urusan saya yang menanggapi. Ok.”Ungkap Heru sembari menutup teleponnya.

Namun ketika awak media ini, mencoba melayangkan sms, untuk mempertegas persoalan tersebut, malah Heru mempersilakan yang bersangkutan untuk berkomunikasi dengannya.

“Suruh Rasyid telepon saya,”Tulis Heru melalui pesan singkatnya.

 

Penulis: Eb

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here