TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Kepala Kantor Badan SAR Nasional Tanjungpinang, Kepri, Abdul Hamid menerangkan, berdasarkan informasi hilang kontaknya pesawat Polri tersebut sekitar pukul 11.00 Wib lewat, Badan SAR Nasional langsung bergerak melakukan pencarian terhadap korban pada pukul 13.30 Wib siang tadi.

“Berkoordinasi juga dengan kepolisian disini (Polres Tanjungpinang) untuk melaksanakan Operasi SAR Nasional dan disetujui Kepala Badan SAR Nasional pusat (Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo) melaksanakan operasi SAR. Sesuai arahan dan perintah beliau kita perintahkan kapal rescue RB 209 dan Grip SAR di Tanjungpinang menuju ke lokasi. Dengan jumlah personil 17 orang di RB 209 dan 15 di Grip,” jelas Hamid.

Selain SAR, tambah Hamid, Polair Polda Kepri juga menerjunkan lima unit kapal ke lokasi kejadian mencari korban termasuk pihak TNI AL (Lantamal IV Tanjungpinang) mengirim dua unit kapal. Termasuk dari negara tetangga Singapura juga ikut membantu dengan menggerakkan dua unit bantuan satu unsur udara yakni Heli Super Puma dan Foker.

“Pencarian terhadap korban pesawat terus dilakukan,” tutup Hamid.

Ditempat yang sama, Dirpolair Polda Kepri, Kombes Pol Teddy J.S Marbun menjelaskan bahwa sesuai manifes penumpang, totalnya berjumlah 16 orang. Namun, setelah dikroscek, sambung dia, tiga penumpang sudah turun di Pangkal Pinang (Bangka Belitung).

“Berdasarkan manifes, total penumpang berjumlah 16 orang. Setelah dikroscek, penumpang yang didalam pesawat tinggal 13 orang. Yang tiga orang lainnya turun di Pangkal Pinang (sebelum hilang kontak),” ungkap Teddy.

Teddy menerangkan, ketiga penumpang tersebut bernama Brigadir Sandoko, Brigadir Enri dan Bripda Angga.

“Kita melakukan pencarian korban di seputaran wilayah pulau Mensanak, Bangka dan di pulau Bintan perairan Lingga. Dugaan sementara belum diketahui,” terang Teddy kepada sejumlah awak media saat menggelar konferensi pers di kantor Badan Sar Tanjungpinang. (akok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here