ANAMBAS, SIJORITODAY.com – – Kasus dugaan korupsi proyek Multiyears anambas seharusnya menjadi prioritas bagi Kejaksaan Tinggi.

Hal ini di ungkapkan oleh Ketua Yayasan Info Pembangunan, Edy Manurung menanggapi ‘kaburnya’ penanganan kasus dugaan korupsi pada proyek “Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum (SPAM) IKK di Kecamatan Siantan.

Proyek Multiyears yang menghabiskan anggaran selama dua tahun APBD Kabupaten Anambas sejak 2014 dan 2015 mencapai Rp30 miliar.

Menurut Edy, kasus tersebut terorganisir untuk merugikan keuangan negara atau daerah dengan modus menggelembungkan harga.

Selanjutnya, dari hasil proses pelelangan, dapat diduga proses lelang di atur sedemikian layak untuk  menetapkan penawar ke lima terendah, PT. Nirwana Jaya Sejati sebagai pemenang dengan nilai penawaran Rp.28.181.820.000,-.

Selain itu, konsultan pengawas diduga turut serta membiarkan terjadinya kecurangan, sehingga pengerjaan proyek tidak sesuai dengan dokumen kontrak.

Berdasarkan pengamatannya selama ini, proyek SPAM tersebut diduga merugikan negara mencapai Rp 10 miliar.

“Perkiraan tersebut berdasarkan satuan harga dan kondisi di lapangan.”Ungkap Edi.

Edi menduga Kasus ini melibatkan Pejabat Pengadaan, PPPK, PPTK dan Panitia lelang, selain itu juga Konsultan Pengawas dan Kontraktor Pelaksana.

“Tidak ada alasan bagi Kejaksaan untuk tidak memproses kasus tersebut, mengingat pihak kejaksaan sendiri pernah mengungkap informasi sindikat pengadaan  masa Tengku Muktaruddin dan Abdul Haris ketika memimpin Kabupaten Kepulauan  Anambas,”Tambah Edi.

“Kejaksaan diharapkan mempercepat proses kasus tersebut,  agar dapat menepis isu “main mata” di dalam penanganan kasus ini”.tutup Edy.

Sementara awak media ini belum berhasil mengkonfirmasi pihak terkait dalam kasus dugaan korupsi pembangunan SPAM  tersebut.

 

Penulis: Suaib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here