LINGGA, SIJORITODAY.Com – – Masyarakat Desa Mentuda, Kecamatan Lingga dambakan jalan darat ke Ibu kota kabupaten Lingga guna percepatan akses ekonomi di desa tersebut.

Kepala Desa Mentuda, Abdul Hamid mengatakan, dengan tidak adanya akses jalan darat yang menghubungkan antara Desa Mentuda dengan ibu kota kabupaten, menjadi salah satu penyebab lambannya akses maupun prekonomian desa.

“Kami berharap pada 2017 mendatang pemkab segera merealisasikan akses jalan darat tembus menuju desa Mentuda, biar akses masyarakat kami lebih mudah. Sejak era Pak Daria (Bupati Lingga sebelumnya) dulu sudah kami usulkan jalan tembus,” ungkapnya kepada Sijoritoday.com, Sabtu (24/12).

Sebagaimana diketahui, desa yang masih satu daratan disebelah utara pulau Lingga ini masih sangat terisolir baik akses jalan, telekomunikasi, maupun pasokan energi listrik.

“Dalam sejumlah Musrenbang, baik tingkat kecamatan maupun kabupaten, jalan tembus telah beberapa kali kami usulkan. Tapi sayangnya, sampai saat ini belum juga terealisasi,” imbuhnya.

Saat ini, akibat tidak adanya akses jalan darat dari Desa Mentuda menuju Daik sebagai Ibu kota Kabupaten, warga harus menyewa speedboat dengan biaya yang menelan sekitar Rp500 ribu.

Dengan demikian, ia sangat berharap, pemerintah daerah dapat memperhatikan jalan darat untuk desa yang ditempati sebanyak 400 kepala keluarga (KK) tersebut.

“Selain jalan, jaringan telekomunikasi sangat kami butuhkan. Alat yang ada sudah mulai rusak. Kami berharap usulan jalan segera dibangun pemerintah,” harapnya.

 

Penulis: wira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here