Aksi unjuk rasa tolak kenaikan tarif dasar listri kota batam, Seni (6/3). Foto : putra

BATAM, SIJORITODAY.com- – Aliansi Masyarakat Peduli Listrik (AMPLI) Batam menggelar aksi unjuk rasa di depan Graha Kepri dan DPRD Batam, Senin (06/03). Aksi dilakukan untuk menolak rencana kenaikan tarif listrik Bright PLN Batam.

Pantauan sijoritoday.com di lokasi, tampak puluhan pengunjuk rasa berjalan dengan tertib. Para pengunjuk rasa membawa atribut berupa keranda serta sejumlah poster, spanduk dan pamflet tertulis penolakan terhadap 47% kenaikan listrik di Batam.

Koordinator aksi AMPLI, Said Abdullah mengatakan, angka kenaikan tarif listrik dirasakan tidak rasional dan tak berbanding dengan kenaikan UMK saat ini. Kemudian dalam mengambil keputusan di DPRD Provinsi Kepri hanya melalui rapat pimpinan dan tidak melalui rapat paripurna. Hal tersebut dinilai bertabrakan dengan PP Nomor 14 tahun 2012.

“Kami tidak menyalahkan PLN, tapi kebijakan DPRD yang sangat kami sayangkan. Bisa-bisanya menyetujui kenaikan tarif listrik yang drastis meningkat tanoa mengkajinya terlebih dahulu. Dampaknya kan juga bisa menyebabkan inflasi kenaikan barang-barang lainnya di Batam,” terang Said.

Sementara itu, aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Peduli Listrik ini disambut hangat oleh Ketua Komisi II DPRD Batam, Yudi Kurnain. Yudi mengakui saat ini DPRD Batam tidak dapat berbuat banyak karena kewenangan berada pada DPRD Kepri.

“Kalau ditanya setuju atau tidaknya ya jelas kita tak setuju. Tapi mau gimana lagi, DPRD Kepri lebih berkuasa dalam aspirasi masyarakat kita,” tutup Yudi.

Penulis : Putra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here