Jenazah Putera diusung pihak keluarga dari lokasi ditemukan menuju mesjid terdekat, Senin (6/3). Foto : putra

BATAM, SIJORITODAY.com — Tewasnya Putera (20) seorang pemulung yang bermukim di Ruli Gang Sentosa, Kota batam menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Bagaimana tidak, setelah dua jam jasad Putera ditemukan, pertolongan pun tak didapatkannya.

Salwiah, salah satu keluarga korban di lokasi tewasnya Putera tak kuasa menahan air matanya. Dimana hampir dua jam tidak ada ambulan yang mau mengangkat keponakannya. Meski pihak Kepolisan dan tim Identifikasi sudah berada di lokasi, tnamun mobil ambulan tak juga yang datang.

Akhirnya pihak keluarga pun memutuskan untuk menggotong jasad Putera yang sudah berada di kantong jenazah untuk dibawa ke masjid yang berada tidak jauh dari lokasi. Tidak lama berselang dengan mengunakan mobil pick up jenazah Putera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah untuk dilakukan visum.

“Mungkin kami karena kami orang miskin, tidak ada satupun yang mau menolong kami,” ungkap Salwiyah sambil menangis.

Salwiah juga menuturkan bahwa keponakannya tersebut memang punya penyakit epilepsi sejak berusia empat tahun. Ia mengaku tidak menyangka Putera meninggal dengan cara yang tragis tenggelam di parit kecil.

Menurut dia, akibat penyakit yang dihidapnya tersebut, tumbuh kembang Putera juga terganggu badannya tidak bisa besar seperti anak pada umumnya.

“Badan dia mamang kecil, kami tidak menyangka dia meninggal seperti ini,” ungkapnya.

Pantauan sijoritoday.com dilokasi saat proses evakuasi jenazah tampak terlihat sejumlah pegawai menggunakan pin PNS dan juga sejumlah anggota Satpol PP berada di lokasi. Namun sayangnya tidak ada satupun dari mereka yang mau menolong.

Penulis : Putra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here