Tambang Timah Rajot atau Ponton di wilayah Desa Marok Tua Kecamatan Singkep Selatan, Kab. Lingga telah mengakibatkan tercemarnya perairan sungai di kawasan tersebut. Foto : jon cosmos

LINGGA, SIJORITODAY.com– – Warga Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga resah dengan aktivitas pertambangan timah yang diduga illegal di wilayah mereka. Hingga kini masih belum ada penanganan serius dari intansi terkait, pada hal penambangan timah tersebut telah berakibat tercemarnya sungai Langkap.

Edy (36) Warga Maruk Kecil menuturkan, Sejumlah warga sudah mengeluhkan masalah pertambangan timah pada perangkat desa dari tingkat Desa hingga ke tingkat Kecamatan. Namun sampai saat ini masih belum ada tindakan. Pihak Desa dan Kecamatan sudah seringkali mengadakan rapat dan pertemuan, baik dengan warga maupun pemilik tambang timah. Namun tidak juga ditemukan titik temu.

Warga mulai kesal dikarenakan sebelum adanya aktivitas tambang rajot, perairan sungai Langkap tanahnya putih, air mengalir dengan jernih dan bersih. Setelah maraknya penambangan tambang timah hasil tangkapan yang dulu banyak, kini berkurang akibat air keruh.

”Keberadaan Camat justru tidak dianggap oleh penambang timah rajok tersebut, bahkan jumlahnya semakin banyak saja.”ujar Edy.
Sementara itu Camat Singkep Selatan, Muhammad Saman mengaku sudah resah dengan adanya penambangan ilegal timah yang beroperasi di wilayahnya, karena tidak ada solusi dan upaya menghetikan penambangan tersebut.

Dalam waktu dekat pihak Kecamatan Singkep Selatan akan menyurati Kepolisian atas keberadaan tambah timah yang telah meresahkan warga.

”Sudah banyak warga yang komplen masalah ini, saya sudah meminta para kades untuk menghentikan tambang tersebut. Apabila tidak dihiraukan, kita akan ambil tindakan.”ujar Saman.

Dijelaskan Saman, beroperasinya Tambang Timah Rajot atau Ponton di wilayah Desa Marok Tua Kecamatan Singkep Selatan telah mengakibatkan tercemarnya perairan sungai dikawasan tersebut.  Bahkan aktivitas tambang berakibat rusaknya biota dan ekosistem di perairan sekitar.

Pada Januari 2017 lalu, Bupati Lingga H Alias Wello sudah memerintahkan agar aktivitas tambang timah rajot harus segera ditutup. Namun sampai saat ini aktiviats tambang masih berjalan.

Ditambahkan Saman, berdasarkan pendataan serta informasi dari masyarakat jumlah ponton atau tambang timah rajok kurang lebih 20 buah. Pihak Kantor Kecamatan sudah menyurati sejumlah instansi temasuk Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Lingga.

”Memang warga kita ada yang kerja di sana tapi jumlahnya hanya 3 atau 4 orang saja selebihnya warga dari daerah luar.’’ ungkapnya.

Penulis : jon cosmos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here