NATUNA, SIJORITODAY.com – -Memberikan harapan palsu tentunya sangat menyakitkan hati, apalagi yang diberi harapan ini besar kepercayaan dirinya terhadap pemberi harapan. Nah, Seperti yang dijanjikan Bupati Natuna,Hamid Rizal kepada putra putri daerah asal Natuna yang akan di utamakannya terkait Pendidikan itu hingga kini hanya tinggal janji.

Padahal diakhir  bulan November 2016 lalu terkait regulasi atas pembangunan daerah Kabupaten Natuna, Hamid menegaskan bahwa pemerintahnya sudah merencanakan pembangunan Natuna harus disertai dengan peningkatan kualitas pendidikan agar putra daerah tidak menjadi penonton di negeri sendiri.

“Bupati Natuna juga menjanjikan akan mengakomodir mahasiswa Natuna dan akan mengembalikan beasiswa S1, S2 sampi S3 pada tahun anggaran 2017 dan akan mengundang perwakilan mahasiswa pada pembahasan APBD 2017,” ujar Febru Yanto, Ketua HMKN Kota Tanjungpinang, pada hari Senin (13/3).

Lanjutnya, Sejak janji tersebut tidak terealisasi sepenuhnya,Pemkab Natuna terkesan menutup diri, Akibatnya, mahasiswa Natuna yang kuliah diluar daerah terancam terhenti. Banyaknya mahasiswa yang batal kuliah maupun putus kuliah ini juga banyak didapati di Kota Tanjungpinang.

Selain itu, Febru sapaan akrabnya juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendapat keluhan dari pelajar tamatan SLTA karena keterbatasan ekonomi yang ingin kuliah menjadi batal, maupun yang telah menjadi mahasiswa di perguruan tinggi (PT) harus berakhir.

“Setelah mengetahui bahwa beasiswa tidak sesuai dengan harapan yang telah dijanjikan oleh Bupati Natuna, banyak yang terancam kuliahnya. Mereka pun mengadu dengan kami bahwa ada yang akan batal kuliah hingga putus kuliah,” ujarnya.

Dirinya mencontohkan kerabatnya yang bernama Virgo Bintang Kuswara, yang merupakan tamatan SMA Negeri 1 Ranai. Ia dulu pernah tinggal di Limau Manis sekarang pindah di Ranai, karena yatim piatu, Virgo tinggal bersama tantenya.

“Sekarang dia sudah kelas 3 menegah atas dan berencana kuliah di Universitas Maritim Raja Haji (Umrah) Negeri di Tanjungpinang. Sekarang masih bingung mencari dana untuk kuliah karena kedua orangtuanya sudah meninggal dunia,” tegasnya.

Tidak hanya itu, satu lagi putri Natuna bernama Sely Marsalena, ia kini kuliah di Umrah dan harus merelakan putus kuliah karena tidak sanggup membayar uang kuliah.

“Untut kuliah di Umrah, Sely membutuhkan paling sedikit sebanyak Rp 3,4 juta, itu belum termasuk biaya lainnya. Sekarang dia sudah memasuki semester 2 dan hanya bisa iri melihat teman-temannya. Kalau dilihat dari nilai semester 1 kemarin itu sangat memuaskan,” geramnya.

Febru pun berharapan rekan-rekannya yang ingin mengecap pendidikan tinggi bisa dipermudah dengan adanya beasiswa, namun itu semua jauh dari harapan.

“Semoga ada peran dari bapak bupati mengenai janjinya yang ingin mengutamakan pendidikan bagi putra-putri daerah asal Natuna,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Natuna Hamid Rizal hingga berita ini diturunkan belum berhasil di konfirmasi.  (Akok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here