Kapal nelayan penguna pukat troll di perairan Kabupaten Lingga. Foto : JK

LINGGA,SIJORITODAY.com– – Kepala Dinas Perikanan dan Kelauatan (DKP) Kabupaten Lingga, Aang Abubakar membenarkan bahwa sampai saat ini masih banyak kapal penangkap ikan mengunakan pukat harimau atau pukat troll  beroperasi di perairan Kabupaten Lingga.

Namun kapal-kapal tersebut hanya berkapaitas kecil. Meski demikian Aang yang baru bertugas di Kabupaten Lingga mengaku akan segera mengambil langkah-langkah cepat termasuk mensosialisasikan pengunaan alat tangkap di laut sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

”Kabupaten Lingga masyarakatnya mayoritas nelayan, saat ini kita terus melakukan pembinaan-pembinaan kearah yang baik agar tidak ada yang melanggar aturan,”ujar Aang beberapa waktu lalu.

DKP Kabupaten Lingga sudah melakukan pertemuan dengan Dinas Perikanan dan Kelauatan Propinsi Kepri serta masyarakat Desa Pasir Panjang, Kecamatan Senayang, terutama Dusun Tukul yang keberatan dengan operasinya kapal-kapal pukat roll.

”Kita masih terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, mudah-mudaha setelah kita pindah kantor per 1 April nanti, masalah ini cepat diselesaikan,”ujar Aang.

Keberadaan Pukat Troll yang beroperasi di daerah perairan Kabupaten Lingga terutama Dusun Tukul, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga meresahkan nelayan tradisional dan masyarakat setempat.

Menurut Iwan, saat ini nelayan kesulitan untuk mendapatkan ikan atau ketam. Penyebabnya adalah beroperasinya pukat troll sampai ke bibir-bibir pantai. Sehingga semua habis disikat kapal-kapal pukat.

Kapal pukat yang beroperasi di wilayah penangapan nelayan tradisional kabupaten Lingga tersebut meruakan milik pengusaha dari luar Kabupaten Lingga dan sejumlah pengusaha ikan lokal.

”Warga Tukul juga ada yang kerja di tempat pengusaha ikan itu tapi tak banyak, itulah yang membuat kita serba salah,’’ ungkapnya bebrapa waktu lalu.

Penulis : Jon Kosmos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here