BATAM, SIJORITODAY.Com – – Penandatanganan Pakta integritas penerimaan Taruna Akpol, Bintara dan Tamtama Polri TA. 2017 telah dilaksanakan di Sport Hall Temegung Panbil Batam pada hari senin tanggal 17 April 2017 sekira pukul 09.30 wib. Oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH, wakapolda Kepri, Irwasda Polda Kepri, Para Pejabat Utama Polda Kepri, Kepala Ombudsman RI perwakilan Provinsi Kepri, para peserta, orang tua/wali peserta, dan seluruh Ketua Tim seleksi serta panitia.

Pada penerimaan anggota Polri pada Tahun Anggaran 2017 ini berjumlah sebanyak 1.349 (Seribu tiga ratus empat puluh Sembilan) orang yang terdiri dari sebagai berikut:

Taruna Akpol jumlah peserta, 59 (Lima puluh Sembilan) peserta dengan rincian Pria sebanyak 58 (lima puluh delapan) orang dan wanita sebanyak 1 (satu) orang. Bintara Polri jumlah peserta, 1199 (Seribu seratus Sembilan puluh Sembilan ) Peserta denga rincian Pria sebanyak 1012 (Seribu dua belas) orang dan Wanita sebanyak 187 (seratus delapan puluh tujuh) orang.

Bintara Musik : nihil. Tamtama Polri jumlah peserta, 91 (Sembilan puluh satu) peserta dengan rincian Pria sebanyak 91 (Sembilan puluh satu) orang.

Dalam amanatnya, Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH mengatakan Pada tahun 2017 ini, Polri kembali memberi kesempatan pendidikan pembentukan sekolah Akpol, Bintara, dan Tamtama Polri, karena pada tahun 2017 ini merupakan kesempatan emas yang harus diraih, khususnya dalam menyiapkan bibit-bibit unggul penerus tongkat estafet Kepolisian di masa mendatang untuk menjadi anggota Polri yang berkualitas, Profesional, Modern dan Terpercaya.

“Penerimaan Taruna Akpol, Bintara dan Tamtama polri tahun 2017 ini pendaftarannya dilaksanakan secara On Line maupun Verifikasi sampai dengan waktu seleksi yang singkat dan pelaksanaan pendidikan pembentukan bertempat di pusat pendidikan Akpol Semarang, jawa tengah, Bintara Polki di SPN Polda Kepri Tanjung Batu, untuk Polwan di Sepolwan Jakarta, Tamtama Brimob di watukosek jawa timur, dan Tamtama polair di Tanjung Priok Jakarta,” ujar Kapolda.

Untuk itu, Kapolda Kepri mengharapkan agar prinsip Bersih, Obyektif, Transparan, Akuntabel dan Kualitas, serta anti KKN, Clear and Clean dalam pelaksanaan rekrutmen ini yang telah digariskan oleh Mabes Polri agar selalu dipedomani dalam setiap tahapan seleksi.

“Guna menjamin pelaksanaan prinsip tersebut, Polda Kepri telah mengimplementasikan salah satunya telah melakukan kerjasama dengan pihak-pihak eksternal dalam rangka mengawal dan mengawasi pelaksanaan Rekrutmen di Polda kepri pada tahun 2017 ini melalui MoU dengan 8 (delapan) instansi,” ungkap Sam.

Adapun MoU dengan 8 Instansi yaitu: Ombudsman RI perwakilan Provinsi Kepri, Dinas Perindag dan ESDM Kota Batam, Dinas Pendidikan Kota Batam, Dinas Kependudukan dan catatan sipil Kota Batam, Universitas Batam, Ikatan Dokter Indonesia Cabang Kepri, dan Himpunan Psikologi Batam serta LSM FKPM Kepri.

Penandatanganan pakta Integritas ini, kata Sam, bukanlah sekedar acara seremonial belaka, namun merupakan suatu momentum guna mengaktualisasikan harapan Polri khususnya Polda Kepri dalam mewujudkan proses rekrutmen yang Clear and Clean yang akan bermuara pada peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Polri khususnya Polda Kepri dalam menjalankan  amanah sebagai pelaksana penerimaan anggota Polri tahun 2017 di wilayah Kepri.

“Dengan mempedomani dan mengimplementasikan prinsip Betah dalam setiap tahapan seleksi rekrutmen dan didukung oleh adanya pengawasan secara melekat baik dari pengawas internal maupun eksternal diharapkan akan mampu menutup kemungkinan adanya  celah-celah kkn, sehingga out put yang dihasilkan dalam seleksi penerimaan anggota polri TA. 2017 ini adalah para calon polri yang memiliki kualitas dan kompetensi sebagaimana yang telah ditetapkan,” terangnya.

Ada juga Tiga hal yang menjadi perhatian dan penekanan Kapolda Kepri yaitu Pertama, bagi seluruh anggota Polri/PNS dan panitia Polda Kepri, agar mendukung terselenggaranya Rekrutmen Taruna Akpol, Bintara, dan Tamtama Polri TA. 2017 ini secara Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis.

“Kepada seluruh panitia setiap tahapan tes mulai dari awal sampai akhir tes, agar langsung diumumkan pada hari itu juga kepada calon peserta secara jujur, transparan dan dapat dipertanggung jawabkan hasilnya. Serta hindari perbuatan-perbuatan yang dapat mencoreng nama baik Polri khususnya Polda Kepri dengan memanfaatkan dan mencari kesempatan guna kepentingan pribadi dalam kegiatan rekrutmen ini,” katanya.

Kedua, bagi para orang tua/ wali calon,  hindari segala bentuk KKN, pupuk serta tumbuhkan kepercayaan bahwa  pelaksanaan proses Rekrutmen terpadu ini akan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (BETAH) serta menerapkan standar Bersih, Obyektif, Transparan, Akuntabel dan kualitas baik (BOTAK), sehingga terwujudnya hasil Rekrut yang Clear and Clean.

Sementara yang Ketiga, menekankan kepada calon peserta yang melaksanakan seleksi sebagai anggota Polri, apabila calon peserta menggunakan sponshorship/ koneksi dengan cara menghubungi via telp/surat kepada panitia dan pejabat yang berwenang melalui orang tua/wali/keluarga atau pihak lain dikenakan sanksi diskualifikasi.

Ditempat yang sama, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. S Erlangga menghimbau bagi masyarakat bila didapati adanya informasi terjadi Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam penerimaan anggota Polri Tahun 2017 ini, agar dapat diinformasikan melalui : Pengaduan Saber Pungli Polda Kepri No Hp :082173609888 alamat email : lapor@saberpunglikepri.id dan Pengaduan Bidpropam Polda Kepri No Hp : 08111101010.

“Mari bersama-sama kita wujudkan proses penerimaan anggota Polri dengan prinsip (BETAH) Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis,” pinta Erlangga. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here