Bangkai Kapal pengakut timah KM Purnama SLG/PMLM yang mengalami musibah beberapa bulan lalu di perairan Desa Kote Kecamatan Pesisir, Kabupaten Lingga masih belum berhasil diangkat. Foto : JK

LINGGA, SIJORITODAY.com– – Bangkai Kapal pengakut timah KM Purnama SLG/PMLM yang mengalami musibah beberapa bulan lalu di perairan Desa Kote Kecamatan Pesisir, Kabupaten Lingga masih belum berhasil diangkat. Padahal pihak perusahaan mendatangkan tujuh orang teknisi asal Thailand untuk upaya pengangkatan bangkai kapal.

”Kemaren ada tujuh orang thailand yang disini tapi sekarang mereka sudah pulang karena izin tinggal mereka sudah habis.”ujar pria yang sering di panggil dengan nama Pak Itam saat dijumpai dilokasi pada Jumat (28/4). Tidak banyak informasi dari pak Itam yang mengaku hanya sebagai penjaga kapal saja.

”Saya tidak tau, saya ini hanya penjaga kapal, saya hanya di suruh jaga kapal, kalau semua urusan sama bos di Jakarta dan Karimun karena kapal ini dari Karimun yang akan beroperasi di Lingga.”imbuh Pak Itam tanpa mau menyebutkan nama perusahaan kapal tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun dilapangan KM Purnama SLG/PMLM rencananya akan beroperasi mencari timah di perairan Pekajang, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga pada satu tahun yang lalu.

Namun karena proses perizinan yang tidak kunjung tuntas kapal tersebut akhirnya berlabuh atau lego jangkar di perairan Kote Kecamatan Pesisir. Pihak perusahaan pun akhirnya merumahkan sejumlah pekerja.

Kapal diduga mengalami kebocoran yang cukup serius akhirnya miring dan nyaris tengelam. Meski tidak ada korban jiwa namun akibat kejadian tersebut perusahaan kapal menderita kerugian ratusan juta rupiah.

”Barang-barang tak ada yang bisa di selamatkan semuanya tengelam, saat ini kita hanya menunggu orang thailan itu datang dan pekerjaan akan kembali di lanjutkan.”imbuh pak itam.

Kepala Desa Kote, Anwar mengaku meski masyarakat tidak dirugikan dengan adanya kapal yang nyaris tengelam di daerahnya, namun keberadaan kapal tersebut cukup menganggu pemandangan.

Anwar mengaku sudah pernah dipanggil Bupati Lingga Alias Wello dan sejumlah pihak terkait masalah tersebut. Meski tidak memberikan batas waktu pada pihak perusahaan untuk mengangkat bangkai kapal tersebut namun Kepala Desa ini berharap agar kapal tersebut dapat segera di pindahkan.

”Memang kita tidak rugi, namun karena lokasi kapal yang tak tauh dari pemukiman warga kita merasa resah.”imbuh Anwar.

Penulis : Jon Kosmos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here