BATAM, SIJORITODAY.com– – Tindak lanjut Intruksi Presiden RI dalam mengantisipasi tingginya Penyelundupan Barang Impor di Selat Malaka Direktorat Jendral Bea dan Cukai wilayah Barat gelar Operasi Jaring Sriwijaya.
Operasi Patroli tersebut merupakan Patroli Gabungan mengantisipasi tindak pidana penyelundupan dan pengawasaan dibidang ke Pabeaan dan Cukai terutama di perairan laut wilayah Barat.
Direktorat Penindakan dan Pengawasam Bea Cukai, Harry Mulya mengungkapkan, tingginya penyelundupan barang di kawasan perbatasan terutama Selat Malaka sangat besar merugikan negara.
“Operasi sebelumnya (2016) Bea Cukai mengungkap sekitar 2,5 triliun dari 4 ribu kasus lebih penyelundupan di perairan Indonesia,” ungkap Harry Mulya saat apel Jaring Sriwijaya Bea Sukai se Semutera di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kamis (5/5/2017).
Ia menambahkan dari 2,5 triliun yang diselamatkan tertinggi di wilayah perairan selat Malaka dan perairan Natuna.
“Untuk wilayah Timur mengantisipasi barang keluar berbeda dengan wilayah barat penyelundupan dari luar,” imbuhnya.
Ia menjelaskan Operasi Jaring Sriwijaya melibatkan 17 kapal dan mengerahkan 750 pasukan dengan melibatkan TNI dan Polri.
” Areal wilayah Operasi meliputi wilayah Aceh, Bengkulu, Riau, Medan, Padang Kepri dan Kalimantan Barat,” Ungkapkapnya.
Operasi akan berjalan hingga akhir 2017 dibagi menjadi 3 tahap.
Sementara di dempat yang sama Kapolda Kepri Irjen Pol Sambudi Gusdian mengungkapkan, tentunya dari pihak ke polisian sebagai mitra yang sama sebagai penegak peraturan negara yang ikut andil dalam memberantas penyelundupan di laut.
“Perairan Kepri sebagai wilayah perbatasan tentunya rawan penyelundupan yang menyebabkan kerugian negara,” ucapnya.
Penulis : Afrodite







































