TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Dianton alias Abak (27) pelaku Pencurian dengan Kekerasan (Curas) dan Pencabulan beraksi didua Tempat Kejadian Perkara (TKP) dalam sehari di Tanjungpinang kini berhasil diciduk jajaran Kepolisian.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro mengatakan pelaku berhasil diamankan di kediamannya di Pelantar IV, Tanjungpinang, pada selasa (16/5) lalu. Pelaku telah mengakui aksi pencurian yang dilakukannya untuk bermain judi online.

“Pelaku kecanduan judi online (poker), dari hasil curian untuk modalnya bermain,” kata Joko saat gelar Press Rilis di Mapolres Tanjungpinang, Sabtu (20/5) dini hari.

Modus pelaku dengan berpura-pura menawarkan pakaian online kepada calon korbannya. Dan mengancam dengan senjata tajam (gunting).

“Pelaku awalnya beraksi di seijang dan disana ia juga lakukan pencabulan terhadap anak pemilik toko. Sedangkan di batu 8 atas, sejumlah barang elektronik dicurinya,” ungkap Joko.

Adapun barang bukti yang diamankan di TKP toko di Seijang berupa satu unit sepeda motor, tas sandang berisikan pakaian, masker dan gunting. Sedangkan barang bukti di TKP batu 8 atas Tanjungpinang berupa Dua unit Laptop merk Acer dan Sony, serta Handphone merk Samsung J1A dan dompet.

Seperti yang diberitakan sebelumnya,

Perampokan dan Pencabulan terhadap anak berumur 17 Tahun berjenis kelamin perempuan kembali terjadi di wilayah kota Tanjungpinang, pada Sabtu (13/5/2017).

Pelaku tega mencabuli korban dengan todongan senjata tajam di sebuah toilet rumah korban yang berada di Tanjungpinang.

Diceritakan Ibu korban berinisial DS, saat kejadian anaknya sedang menyetrika pakaian di rumah. Namun tiba-tiba terdengar teriakan anaknya.

“Mah tolong..Mah tolong..,” seperti itulah teriakan anaknya saat di ceritakan oleh ibu kandungnya.

Dengan Spontan ibunya turun dari lantai 2 untuk menanyakan kepada anaknya (korban). Kenapa nak..?dengan wajah ketakutan dan menangis sang anak bercerita.

“Habis di rampok dan di perkosa pelaku dengan todongan senjata tajam di toilet,” ungkap sang Anak kepada ibunya dengan raut wajah menangis dan ketakutan.

Kagetnya mendengar kejadian itu, ibu korban pun langsung bergegas meminta tolong kepada warga dan segera melaporkannya ke pihak Polsek Bukit Bestari.

Berdasarkan informasi, ternyata pelaku  menggunakan modus dengan menawarkan produk online jenis pakaian dan sebagainya kepada korban anak di bawah umur ini. Untuk memuluskan tindakan biadapnya itu pelaku menawarkan produk dengan cara yang sangat sopan dengan didukung situasi rumah korban saat itu sedang sepi, pelaku langsung beraksi melakukan kejahatannya.

Dalam Hitungan menit pelaku merampok dan mencabuli korban dengan ancaman senjata tajam ke leher korban.

“Tanpa banyak bicara, pelaku kemudian meminta kunci lemari lalu menggondol uang Rp 150 ribu rupiah,” ungkap ibu korban dengan wajah yang sangat sedih.

Pelaku tersebut mempunyai ciri-ciri  ketinggian sekitar 165- 170 cm itu langsung kabur setelah menggasak uang korban dan mencabuli korban.

Kapolsek Bukit Bestari Kompol Arbaridi Jumhur membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, saat ini Tim Buru Sergap (Buser) masih memburu pelaku yang kabur.

“Modusnya pura-pura nawarin barang kemudian disekap korban dikamar mandi, tidak sampai di perkosa, hanya pelaku menggesekkan barangnya saja, mohon bantuannya semoga cepat tertangkap,” katanya, Minggu (14/05) lalu.

Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 82 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara, junto pasal 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara.

Penulis: Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here