TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Terkait adanya salah satu akademisi di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Afrizal, S.IP., M.Si sebagai Dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ini mengkritisi Partai Politik (Parpol) yang melakukan penjaringan dengan membuka pendaftaran sebagai Bakal Calon yang akan di usung melalui Partai.

Salah satu tokoh pemuda di Tanjungpinang, Thomas Maberis, SE angkat bicara, dia mengatakan, Partai politik merupakan penerima mandat dari Undang-Undang untuk merekrut dan menggembleng para calon pemimpin diberbagai jenis dan jenjang kekuasaan.

“Undang -Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik telah memberikan mandat penuh kepada partai politik untuk melakukan perekrutan terhadap warga negara menjadi anggota partai politik, calon anggota DPR dan DPRD, calon kepala daerah dan wakil kepala daerah serta calon Presiden dan Wakil Presiden,” ujarnya.

“Disayangkan ketika Parpol sudah mulai melakukan Pendidikan Politik untuk masyarakat malah dianggap salah…
Pendapat pendapat yang tidak ilmiah dan berdasar akan menggiring opini masyarakat untuk tidak peduli akan Pemahaman Politik yang baik, Apa lagi undang undang sudah mengamanatkan Tentang pentingnya Pendidikan politik untuk mencerdaskan Masyarakat,” Tambah Thomas.

Thomas menjabarkan, terdapat perbedaan rekrutmen untuk calon anggota DPR dan DPRD dengan rekrutmen calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Calon anggota DPR dan DPRD melalui seleksi dengan basis kaderisasi.

“Tentunya, hal ini memberikan penegasan bahwa hanya anggota partai politik yang telah melewati jenjang pengkaderan sesuai AD/ART partai politik yang berhak menjadi calon/kandidat DPR dan DPRD yang dipilih rakyat,” imbuhnya.

Sementara untuk rekrutmen calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, jelas Thomas, Undang- Undang tidak menegaskan harus berbasis kader, rekrutmen kepala daerah dan wakil kepala daerah harus dilakukan secara demokratis dan terbuka.

“Hal ini memberikan pesan bahwa partai politik tidak harus merekrut kandidat kepala daerah dan wakil kepala daerah berasal dari kadernya sendiri. Parpol dapat melakukan rekrutmen terbuka terhadap anggota masyarakat yang dipandang memiliki kompetensi, integritas, kapabilitas dan akseptabilitas,” ungkapnya.

Dalam era reformasi, lanjut Thomas, penjaringan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah masih menjadi domain struktur partai politik. Anggota parpol cenderung belum diberikan ruang dalam penjaringan kandidat kepala daerah dan wakil kepala daerah yang akan diusung partainya.

Padahal, kata Thomas, pelibatan anggota dalam penjaringan kandidat kepala daerah akan memperkuat ikatan antara anggota dengan partai politik.

“Pelibatan anggota diharapkan dapat menghasilkan figur yang kompeten dan berintegritas. Semakin banyak orang yang dapat berpartisipasi menelusuri rekam jejak kandidat maka informasi tentang kandidat akan semakin jelas,” terangnya.
Penulis: Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here