Dok.ist

PEKANBARU, SIJORITODAY.com– – Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 Kilometer (KM) masih terganjal pembebasan lahan di konsesi PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI) sebanyak 133 petak bidang tanah atau 133 persil.

 

Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Ria‎u, Masperi, kepada media di Kantor Gubernur Riau, Selasa (22/8/) mengatakan,  meski demikian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Hutama Karya (HK) sebagai penanggung jawab proyek strategis nasional tetap bekerja.

 

“Tol Pekanbaru-Dumai tetap on schedule, Hutama Karya (HK) tetap bekerja, sementara kita menuntaskan persoalan pembebasan lahan di konsesi Chevron sebanyak 133 persil,” kata Masperi.

 

Diterangkan Masperi, di lahan konsesi Chevron seluas 12 hektar itu, didalamnya sudah ada masyarakat yang menanam dan membangun. Prinsipnya pemprov Riau tidak ingin merugikan masyarakat yang berada di lahan konsesi tersebut. Namun persoalanya ketika diganti rugi apakah dalam aturan diperbolehkan atau  tidak pemerintah membayar ganti rugi di lahan negara.

 

“Jadi itu sekarang yang sedang kita cari pemenuhannya. Karena ada Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2017 tentang Dampak Sosial. Tentu kalau lahan konsesi ini diambil paksa akan menimbulkan gejolak‎,” ujarnya.

 

Ditambahkan Masperi, jika dilihat disisi aturannya masyarakat diperbolehkan berusaha di lahan konsesi‎, tapi ketika masyarakat membangun rumah di lahan tersebut tentu lahan itu harus dihitung agar bisa diganti rugi.

 

“Kalau masyarakat berkebun bentuk tanamannya yang diganti rugi, buka tanahnya. Karena itu tanah negara. Sekarang Kementerian PUPR sedang mencari bentuk dan alasan hukumnya,” jelasnya.

 

 

Penulis : ades

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here