Foto : penlantamal4

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com– – Tim WFQR IV TNI Angkatan Laut menangkap 15 orang yang dilaporkan ILO Singapura pelaku perompakan kapal di perairan perbatasan Batam dan Singapura pada Sabtu malam (30/9). Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui para pelaku telah membayar barang-barang yang mereka ambil sebesar 15 juta rupiah pada ABK kapal.

Berawal dari laporan pihak Internasional Liaison Officer (ILO) Singapura yang melaporkan adanya aksi peompakan kapal di perairan perbatasan Batam dan Singapura.

Menindaklanjuti laporan tersebut kemudian tim WFQR IV menggerakan unsur Satuan Keamana Laut (Satkamla) Kapal Angkatan Laut (KAL) Mapor, Sea Rider, Unit I Jatanrasla serta KRI Pulau Rusa-726 Guskamlaarmabar.

KAL Mapor berhasil mendeteksi keberadaan TB Kim Huck Tug 9 yang dilaporkan telah dirompak di Perairan Singapura. Namun TB Kim Huck Tug 9 tidak menjawab kontak panggilan KAL Mapor. Dibagian lain, tim WFQR Lanal Batam menangkap tiga pompong yang sebelumnya menaiki TK LKH 7887.

Dari hasil pemeriksaan awal diketahui kapal jenis Tongkang (TK) LKH 7887 yang ditunda Tag Boat (TB) Kim Hock Tug 9 tidak dirompak. Para ABK TB Kim Hug Tug 9 yang menarik TK LKH 7887 telah bekerja sama dengan ke-15 OTK. Sejumlah barang yang diambil dari TK 7887 seperti besi skrap, kabel dan 19 galon solar (sekitar 500 liter) telah dibayar seharga 15 juta rupiah oleh para 15 OTK.

Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., mengatakan WFQR IV akan selalu menindak lanjuti dengan sesegera mungkin atas setiap laporan yang diterima dari mana pun.

“Koordinasi tentunya diperlukan untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi di wilayah kerja Lantamal IV. Hal ini dilakukan demi memberikan rasa aman bagi pengguna laut yang melakukan berbagai aktifitas,” ujar Laksma TNI R. Eko Suyatno.

Ditambahkan Danlantamal IV, hasil operasi ini akan disampaikan kepada piahk ILO Singapura bahwa tidak terjadi perompakan. Pihak TNI Angkatan laut juga menyampaikan pada pihak ILO agar kapal-kapal yang melintas yang diperkirakan dalam situasi berbahaya untuk merespon kontak yang dilakukan TNI Angkatan Laut, tidak mendiamkan diri.

Saat ini TB Kim Hug Tug 9 dan nahkoda beserta 8 orang ABK, TK LKH 7887 dan 15 OTK beserta 6 pompong  yang berisi besi skrap, kabel dan 19 galon solar sekitar 500 liter diamankan di Lanal Batam untuk proses pemeriksaan lanjutan.

Penulis : red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here