TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Gonjang ganjing jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Tanjungpinang pada Tahun 2018 mendatang, sejumlah partai politik telah melakukan komunikasi dalam memenangkan siapa pasangan calon yang bakal diusung. Bahkan, setelah PKS-Gerindra membentuk Koalisi Setara kemudian disusul Koalisi Anak Pinang gabungan partai Golkar, Demokrat, PPP, PKPI akan ada koalisi baru menjelang perhelatan demokrasi dimulai.

Tidak lain, yaitu Partai Hanura Tanjungpinang yang akan berkoalisi dengan PDI-Perjuangan yang memiliki 7 kursi di DPRD Kota Tanjungpinang untuk mengusung H. Lis Darmansyah sebagai calon Walikota.

Hal tersebut dibenarkan Ketua DPC Partai Hanura Tanjungpinang, M. Rona Andaka, hanya keyakinan Rona dalam mengusung H. Lis Darmansyah tetap merujuk kepada surat rekomendasi dari DPP Hanura.

“Kita tunggu saja surat rekomendasi dari DPP Hanura, insha Allah kita doakan rekomendasi nya sesuai tahapan yang telah kita laksanakan mengacu dari peraturan organisasi Hanura,” ujarnya belum lama ini.

Hanura sendiri memiliki 4 kursi di DPRD Tanjungpinang. Jika dua partai ini berkoalisi maka diprediksikan akan ada 3 Paslon di Pilkada Tanjungpinang 2018 mendatang.

“Koalisi besar ini jelas akan menandingi Koalisi Anak Pinang dengan 11 kursi yang saat ini ada,” ungkap Pengamat Politik di Tanjungpinang, Endri Sanopaka, Senin (23/10/2017).

Bahkan kata Endri, koalisi yang dipimpin PDI-P tersebut akan bertambah lagi jumlahnya jika Partai Amanat Nasional (PAN) Tanjungpinang ikut bergabung.

“Kalau Koalisi PDIP-HANURA-PAN terjadi kemungkinan akan muncul 3 pasangan calon dengan catatan bahwa Koalisi Setara dan Koalisi Anak Pinang akan mendeklarasikan juga pasangan calon tetapnya,” ujarnya.

Namun, lanjut Endri, jika polarisasinya kuat diantara dua sang petahana H. Lis Darmansyah dan H. Syahrul maka koalisi juga akan terpolarisasi pada dua kekuatan dan praktis Pilwako dapat dipastikan akan berlangsung satu putaran saja.

“Potensi gesekan akan semakin besar, meskipun kita tahu bahwa Tanjungpinang memiliki karakteristik masyarakat yang cinta kedamaian. Tapi yang kita khawatirkan adalah perang media sosial yang terlalu berlebihan,” tuturnya.

Penulis: Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here