Ilustrasi Narkoba, foto: dok

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Hingga November 2017 ini, sedikitnya 10 anak di wilayah Kepri menjalani proses rehabilitasi di Loka Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batam.

Hal itu disampaikan Kepala Loka Rehabilitasi BNN Batam Danu Cahyono usai menggelar Memorandum of Understanding (MoU) dengan komisioner Komisi Pengawasan, Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri di Tanjungpinang, Senin (20/11) kemarin.

“Saat ini sudah ada sepuluh residen bawah umur, yang sedang menjalani proses rehab,” jelas Danu.

Di depan seluruh komisioner KPPAD Kepri, Danu meminta, persoalan ini, suka tidak suka harus menjadi perhatian penting pemerintah Kepri pada umumnya.

Pentingnya perhatian pemerintah atas
permasalahan ini merupakan bagian dari menyelamatkan generasi muda Kepri dari pengaruh maraknya predaran narkoba.

Danu meminta, supaya ke depan KPPAD Kepri terus mendorong pemerintah daerah untuk memperhatikan dan memenuhi hak dasar anak. Walau bagaimanapun, pemerintah dan masyarakat turut bertanggungjawab dalam pemenuhan hak anak.

“MoU ini hadir untuk memerangi narkoba, dan bersama-sama KPPAD Kepri menjaga dan mengawasi anak Kepri,” ucap Danu.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala KPPAD Kepri Faisal Adam menyampaikan rasa keprihatinannya terhadap kondisi generasi muda saat ini. Dirinya berharap, sinergitas antara KPPAD Kepri dan
Loka Rehabilitasi BNN Batam mampu bersama-sama menyelamatkan anak bangsa.

“Jangan sampai anak yang terlibat narkoba atau bahkan mengikuti rehabilitasi, dikeluarkan dari sekolah sehingga hak dasar di bidang pendidikannya tidak terpenuhi dan cenderung terabaikan. Kita berharap kerjasama kemitraan ini sebagai upaya untuk menyelamatkan anak bangsa dari jeratan narkoba,” papar Faisal.

Penulis: Ai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here