TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Tiga pasangan muda mudi diciduk jajaran Satpol PP Kota Tanjungpinang saat melaksanakan kegiatan cipta kondisi di Rumah Kos-kosan yang ada di Kota Tanjungpinang, Senin (21/5) malam.

“Malam ini kita dapati sekitar 3 pasang berada di satu kamar kos-kosan tidak memiliki surat nikah yang sah dan 1 tidak memiliki identitas. Jadi totalnya 7 orang,” kata Kepala Bidang (Kabid) Penegak Peraturan Perundang-undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Kota Tanjungpinang, Andre.

Adapun tempat yang diamankan yaitu di Jalan Gatot Subroto terdapat 2 pasang, Jalan DR. Sutomo 1 pasang dan 1 orang wanita yang tidak memiliki identitas KTP yang berada di kosan Jalan Ganet yang berada diruko vilar.

Andre mengatakan, pihaknya terlebih dulu mendata yang bersangkutan dan ternyata tidak mampu menunjukan identitas pernikahan dengan pasanganya. Sehingga petugas membawa ke Kantor Satpol PP untuk dilakukan pembimbingan.

“Jadi untuk malam hari ini mereka kita kasih peringatan pertama dan juga mungkin yang terakhirnya, apabila tertangkap sekali lagi, maka kita akan tindaklajuti ke sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring),” ujar Andre.

Andre menegaskan, karena di bulan suci Ramadhan, dimana umat muslim di bulan ini melaksanakan ibadah, maka pihaknya lebih memfokuskan kepada pasangan tidak memiliki surat nikah yang sah.

“Hari ini fokus kita tidak hanya identitas akan tetapi lebih kepada pasangan yang tidak memiliki surat nikan sah. Untuk identitas mungkin bisa kita toleril misalnya, mereka pendatang atau memang datang kemari bekerja dan identitasnya tinggal kita masih bisa toleransi,” jelasnya.

Menurutnya, malam ini adalah kegiatan yang kedua dengan fokus yang sama dilokasi yang berbeda dan warga masyarakat Tanjungpinang yang didapati melanggar tindak asusila semakin sedikit.

“Di hari kedua ini terjadi penurunan jumlah yang kita didapati. Hari pertama memang saya kurang tau pasti jumlahnya berapa, tapi yang jelas dihari kedua ini terjadi penurunan lah,” ucapnya.

Sejauh ini, pihaknya melaksanakan kegiatan tersebut belum ada mendapati orang yang sama atau didapati dengan kesalahan yang sama.

Sedangkan untuk merazia Wanita Pria (Waria) pihaknya belum melaksanakan, karena masih fokus kerumah kos-kosan atau asusila.

“Nanti kalau ada razia Waria pasti kita sampaikan. Saya pikir razia Waria itu sekali berjalan dengan taman-taman kota,” tutupnya.

Ak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here