LINGGA, SIJORITODAY.com – – Kejaksaan Negeri Lingga akhirnya resmi menetapkan dua terduga pelaku korupsi pengadaan pompong anak sekolah tahun 2017, senilai 537 juta rupiah. Pelaku yang ditahan atas nama Jefrizal yang merupakan ketua panitia lelang, dan salah satunya lagi atas nama Henerty yang dijadikan DPO (Daftar Pencarian Orang).

“Pompong tersebut merupakan pompong untuk anak sekolah sebanyak enam unit ada mark up dan dugaan korupsi dalam penetapan lelangnya,” kata Pelaksana harian (Plh) Kejari Lingga yang juga Kepala Seksi pidana khusus Kejari Lingga Alexander, kepada pewarta, Senin.

Kasus pengadaan pompong untuk anak sekolah tahun 2017 ini dilakukan penyelidikan hampir tiga bulan, setelah dilakukan penyelidikan ditemukan beberapa pelanggaran hukum salah satunya tindak pidana korupsi yang melibatkan beberapa pelaku. Kerugian negara ditaksir senilai ratusan juta rupiah dalam pengadaan pompong tersebut, bahkan dari hasil pemeriksaan mulai dari proses lelang pengadaan pompong tersebut banyak terjadi pelanggaran.

Selain menetapkan Jefrizal sebagai tersangka selaku ketua Pokja panitia lelang, Kejaksaan negeri Lingga juga menetapkan Hernety yang merupakan pemilik perusahaan CV. Mekar Cahaya. Namun jaksa menyesalkan tindakan Hernety yang menurut penyidik sangat tidak kooperatif, karena beberapa kali dipanggil oleh penyidik tersangka tidak pernah menghadiri sekalipun.

“Kita sudah layangkan surat sebanyak tiga kali, tapi yang bersangkutan sangat tidak kooperatif,” ujarnya.

Karena tidak kooperatifnya tersangka atas nama Hernety ini akhirnya Kejaksaan negeri Lingga melayangkan surat ke Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau di Tanjungpinang, untuk membantu melakukan penangkapan dan bekerjasama dengan Polda Kepri untuk mengumumkan status Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap tersangka Hernety.

Kejaksaan Negeri Lingga mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini, setelah menetapkan dua orang tersangka tersebut dari fakta-fakta persidangan nantinya kemungkinan akan ada pelaku lainnya. Selain kasus pengadaan pompong anak sekolah ini, Kejari Lingga mengaku juga sedang mengembangkan beberapa kasus dugaan korupsi lainnya di Kabupaten Lingga.

Laporan : Jon Kosmos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here