TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Dinkes Kepri) menyatakan tidak akan berhenti memberi imunisasi vaksin MR kepada bayi 9 bulan hingga 15 tahun, meski dalam beberapa hari ini diterpa berbagai isu negatif.

Kepala Dinkes Kepri, Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Senin, mengatakan, pemerintah daerah tidak mungkin berhenti melaksanakan program nasional imunisasi vaksin MR hanya karena ada informasi negatif yang beredar di sejumlah media massa dan media sosial.

“Kami jalan terus sebelum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat,” katanya.
Tjetjep berharap masyarakat tetap tenang jika mendapat informasi terkait kandungan vaksin MR. Masyarakat yang ragu dapat menunda anak-anaknya diimunisasi.

Pemprov Kepri masih menunggu keputusan dari rapat yang berlangsung Rabu (22/8). Keputusan tersebut akan menentukan apakah program imunisasi vaksin MR tetap dilanjutkan atau tidak.

“Sampai sekarang pemerintah daerah belum mendapatkan informasi resmi kandungan vaksin MR tersebut,” katanya.

Sejak beberapa hari lalu, beredar informasi vaksin MR mengandung unsur babi. Bahkan hari ini informasi yang beredar lebih mengerikan karena mengandung unsur babi dan organ manusia.

“Kami mengamati, mendengar, informasi yang berkembang luas terkait kandungan vaksin MR. Namun sebelum ada surat resmi, keputusan resmi, kami tetap jalan terus, apalagi hari ibu sudah ada perintah dari Mendagri,” tegasnya.

Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here