Inilah mobil yang dimaksud dalam laporan Untung.

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Dugaan tindak pidana pencurian satu unit mobil Toyota Hilux tahun 2013 nomor polisi BP 8055 AP yang dilaporkan oleh untung 7 bulan lalu hingga kini membuahkan tanda tanya.

Pasalnya, kasus dugaan pencurian yang telah dilaporkan oleh Untung dengan surat tanda terima laporan Polisi No STTLP/72/VIII/2018/KEPRI/SPKT-RES TPI sesuai LP tertanggal 30 Agustus 2018 lalu masih jadi sebatas administrasi tanpa ada penjelasan progres.

Hal tersebut dikatakan Untung usai di Konfrontir selama 3 jam oleh tim penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang, Rabu malam, (17/10/2019).

Untung mengaku sedikitnya 8 kali dirinya telah dipanggil oleh tim penyidik untuk memberikan keterangan. Bahkan tidak hanya dirinya, Istri Untung, Ibu mertua Untung serta kakak ipar Untung ikut di konfrontir oleh tim penyidik.

Ia pun mempertanyakan dimana keadilan dari Polres Tanjungpinang seperti slogan yang di dengungkan bahwa polri sekarang sebagai promotor bagi masyarakat.

“Kalau saya bersalah dalam kasus ini, iya disalahkan, saya terima konsekuensinya. Tetapi kalau saya benar segera tangkap pencurinya,” tegas Untung.

Hal yang sama juga disampaikan oleh istri Untung, Untari. “Janganlah kewenangan yang dimiliki digunakan sewenang-wenang, karena masyarakat sangat mengharap keadilan di negeri ini. Kita butuh kepastian hukum atas permasalahan yang menimpa kita,” ucapnya.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi dikonfirmasi meminta agar Sijoritoday.com mengkonfirmasi ke Satreskrim.

“Kasus reskrim ditangani reskrim teknis sidik langsung saja ke reskrim Pak. Sama seperti kasus laka bisa langsung konfirmasi ke kasat lantas,” kata Kapolres.

Namun, hingga berita ini diposting Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Dwi Hatmoko Wiroseno belum menjawab konfirmasi media ini.

~ Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here