Foto : humasbp

BATAM, SIJORITODAY.com– – BP Batam telah mengalokasikan lahan terhadap 20 perusahaan sejak awal tahun 2018 ini. Total komitmen investasi dari pengalokasian lahan tersebut mencapai Rp 5,2 triliun. Permintaan alokasi disetujui setelah BP Batam mengevaluasi rencana binsis dan memastikan kemampuan keuangan perusahaan. 

Deputi Bidang Pengusahaan Sarana usaha BP Batam, Dwianto Eko Winaryo mengatakan, Akumulasi invetasi di sektor Industri  mencapai Rp 1,3 triliun, sektor jasa (Hotel, Convention Hall, perdagangan dan mix used) sebesar Rp 1,2 triliun, sektor pariwisata Rp 2,2 triliun, sementara sektor perumahan mencapai Rp 343 miliar.

Sektor pariwisata mencatat komitmen investasi terbesar. Rencananya para investor akan membangun destinasi-destinasi baru yang selama ini belum dieksplore secara maksimal. Mayoritas lokasi yang dipilih adalah seputaran pantai.

Beberapa destinasi yang akan dibangun adalah terminal yach, condotel dan Beach Walk Way. Beach Walk Way itu merupakan jalan di pinggi pantai yang bisa diakses secara bebas. Ada ikon-ikon menarik yang akan dibangun di lokasi tersebut, sehingga bisa menjadi pemandangan yang otentik ketika dilihat dari sisi laut menuju ke Batam.

“Pembangunannya sekitar 6 sampai 10 tahun, karena pembangunannya dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

Sementara investasi terbesar ditanamkan oleh PT. Energi Unggul Persada, yakni sebesar Rp 1 triliun. Perusahaan yang tergabung dalam Wilmar Grup ini berencana membangun Refinery Palm Oil di atas lahan seluas 8 hektar di kawasan Kabil.

Pengalokasian lahan untuk perusahaan ini diberikan sejak awal 2018 silam. Progres pembangunan yang dilakukan sudah mencapai 30 persen. Diharapkan tahun 2019 akhir perusahaan ini sudah mulai beroperasi.

Perusahaan ini sudah punya faslitas serupa di beberapa wilayah. PT. Energi Unggul Persada merupakan satu-satunya Refinery Palm Oil yang ada di Batam. Sementara produknya adalah biodiesel, dan residu palm oil yang akan diproses menjadi oil chemical.

“Saat ini PT. Energi Unggul Persada juga tengah berdiskusi dengan pihak pelabuhan untuk pembangunan konstruksi pipa dari pelabuhan Kabil menuju lokasi mereka,” jelasnya.

Evaluasi Ketat

Tahun ini BP Batam menerapkan cara yang cukup ketat dalam hal pengalokasian lahan. BP Batam harus memastikan pemohon alokasi punya rencana yang matang untuk membangun lahan tersebut, serta memiliki kemampuan keuangan yang memadai.

BP Batam meminta perusahaaan menyampaikan rencana bisnis, termasuk rencana pembangunan, rencana investasi dan jangka waktu pembangunan. BP Batam akan mengevaluasi paparan rencana Bisnis secara menyeluruh, sebelum akhirnya menyetujui permohonan lahan yang diajukan.

BP Batam mewajibkan perusahaan memiliki modal 30 persen dari total rencana investasi. BP Batam akan menilai kemampuan keuangan perusahaan melalui Financial Audited Report, kemampuan non audited report atau arus kas perusahaan. 

“Biro keuangan akan menilai perusahaan ini sehat secara finansial atau tidak. Supaya kegiatan investasinya tidak mandek. Ini adalah salah satu usaha BP Batam untuk menjaring investor yang benar-benar punya kemampuan,” jelasnya.

Presentasi dilakukan di hadapan beberapa departmen, seperti Biro Perencanaan dan Teknik, Direktorat Pembangunan Sarana dan Prasarana, kantor lahan, biro hukum, biro keuangan, dan Satuan pengawas Internal (SPI).

Dalam presentasi tersebut akan terjadi diskusi awal mengenai teknis perencanaan pembangunan. Jika ada bebereapa detil perencanan yang tidak sesuai, BP Batam akan memberikan investor melakukan penyesuaian. 

Jika rencana bisnis dinilai telah memenuhi kriteria, maka Deputi III akan mempresentasikan proposal bisnis tersebut kepada Pimpinan BP Batam dan para Deputi. Kepala BP Batam dan para Deputi akan kembali mengevaluasi dan menyampaikan konsen terhadap rencana binsis tersebut.

“Jika sepakat, maka hari itu juga Kepala BP Batam dan para Deputi akan menandatangani surat persetujuan. Keputusan untuk mengalokasikan lahan itu disepakati bersama oleh pimpinan, setelah itu kantor lahan akan melanjutan prosesnya,” paparnya.

Selain itu, jadwal pembangunan lahan jga akan dituangkan dalam Perjanjian Penalokasian lahan (PPL). Jadwal dibuat melalui diskusi bersama pengusaha dan BP Batam. Sehingga jadwal benar-benar mengakomodir kemampuan pengusaha.

BP Batam akan melakukan evaluasi berdasarkan jadwal yang dilampirkan dalam PPL. Jika terjadi pergeseran jadwal tanpa alasan yang tidak terkonfirmasi, akan ada konsekuensi yang akan diberikan BP Batam kepada investor.

Penulis : SH

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here