Muhammad Syahrial

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Muhammad Syahrial menaruh perhatian serius terhadap peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 yang diselenggarakan di Kepulauan Riau.

Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS yang menerapkan standart tinggi sehingga banyak peserta tes yang tidak lulus disebabkan tidak mencapai ambang batas atau passing grade.

“Kita ini daerah Kepualauan jangan disamakan di Pulau Jawa, mutu pendidikan didaerah kepulauan beda dengan daratan,” ujar Syahrial.

Syahrial berharap, pemerintah dapat mengevaluasi standart passing grade didaerah kepulauan. Hal ini dianggap berguna untuk memberi kesempatan anak daerah kepualauan untuk mengikuti seleksi berikutnya.

Pasalnya, peserta CPNS dinyatakan tidak dapat lulus SKD apabila tidak memenuhi passing grade. Pemerintah dinilai membuat kebijakan standart passing grade terlalu berlebihan.

“Tes SKD CPNS yang memakai sistem passing grade wajib dilampaui peserta, pertama tes wawasan kebangsaan, tes inteligensia umum dan tes kemampuan pribadi. ketiga tes itu ada ambang batas,jika tidak mencapai ambang batas peserta dinyatakan gugur,” kata dia.

Menurut Syahrial, ketiga tes tersebut tergantung mutu pendidikan di masing-masing daerah. Mutu pedidikan daerah kepulauan cenderung lebih rendah dibanding daerah daratan. Seperti halnya di Kepulauan Riau, daerah perkotaan mutu pedidikannya berbeda untuk diluar perkotaan.

“Akhirnya yang memenuhi Kuota CPNS bukan anak-anak lokal, melainkan anak-anak luar daerah yang mengenyam pendidikan dengan mutu yang lebih baik,” jelasnya.

Karena tidak meratanya mutu pendidikan di Kepri, seharusnya standart daripada passing grade yang ditetapkaan pemerintah juga tidak terlalu tinggi. Akibatnya berdampak pada anak-anak daerah yang sedikit terakomodir karena kebijakan tersebut.

“Kalau orang luar banyak lulus di Kepri, yang tak pernah liad pulau mereka bisa hengkang jika diletakkan di pulau-pulau. 2-3 tahun jika mereka hengkang, sementara anak- anak daerah kita masih honorer amsih nganggur, bagaimana mau memecahkan masalah kebutuhan CPNS yang dibutuhkan masing-masing daerah diKepri,” tungkasnya.

Syahrial mencontohkan, dari ribuan orang yang mendaftar CPNS di Pemko Batam hanya ratusan orang yang berhasil melampaui passing grade. Mereka yang lulus hanya ratusan itu dapat mengikuti seleksi berikutnya. Sebaliknya, ribuan yang tidak melampaui passing grade dinyatakan gugur.

“Sama juga seperti Bintan, yang lulus passing grade bahkan hanya puluhan orang, ini akibat kebijakan passing grade yang berlebihan,” pungkasnya.

Syahrial menambahkan, permasalahan yang terjadi di Kepri tahun 2018 ini termasuk kurangnya tenaga didik seperti guru SD, SMP di pulau-pulau. Mereka yang lulus CPNS berasal dari luar daerah belum tentu ingin melakukan pelayanan didaerah pulau yang jika sulit akses jalannya dan penginapannya.

“Untuk itu, anak daerah sangat diperlukan dalam rekrutmen CPNS tahun ini, beri kesempatan anak daerah untuk mengabdi di negeri sendiri,” imbuhnya.

~Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here