TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Wali Kota Tanjungpinang Syahrul menyarankan Bulog Sub Divre Tanjungpinang kedepan mengimpor gula pasir dari Singapura dibanding Pulau Jawa.

“Karena gula di Singapura lebih murah dibanding Pulau Jawa,” kata Syahrul, Senin (07/0/2018).

Syahrul mengatakan di Singapura harga gula per kg sekitar Rp6.000, sementara di Pulau Jawa per kg Rp10.000.

“Sampai di Tanjungpinang sudah Rp12.000 per kg, cukup jauh perbedaannya,” imbuhnya.

Lanjut Syahrul, sesuai aturan, Bulog sebagai perusahaan umum milik negara yang bergerak di bidang logistik pangan diperbolehkan melakukan impor, namun aturan serupa tidak berlaku bagi Pemerintah Daerah.

Oleh karena itu, lanjut Syahrul, pihaknya mengharapkan Bulog segera menyampaikan permohonan izin kepada Kementerian Perdagangan untuk melakukan impor gula dari Singapura.

“Ini juga bertujuan untuk menekan harga gula di pasaran, agar tidak memberatkan masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, Ketua DPD Gerindra Provinsi Kepri ini turut berharap ke depan Bulog Tanjungpinang tidak hanya menyediakan pasokan beras, tetapi juga kebutuhan pokok lainnya, salah satunya gula pasir.

Sementara, Kepala Bulog Sub Divre Tanjungpinang Edison menyebut akan meneruskan aspirasi Wali Kota tersebut kepada Bulog Regional Pekanbaru, untuk selanjutnya disampaikan ke Kantor Pusat Bulog Jakarta.

“Nanti Bulog Pusat yang akan menyampaikan ke Kemendag. Kewenangan impor ada di mereka” ujar Edison.

Edison menambahkan selama ini Bulog sudah memetakan daerah mana saja yang menjadi tujuan impor gula, termasuk Tanjungpinang. Namun, salah satu kendala belum terealisasinya impor gula di Tanjungpinang ialah belum adanya pelabuhan impor yang cocok di wilayah setempat.

“Itu yang menjadi salah satu kendala yang kami dengar dari Pemerintah Pusat,” tuturnya.

Kata Edison, saat ini kapasitas Gudang Bulog Tanjungpinang cukup untuk menampung impor sekitar 5.000 ton.

“Kapasitas gudang kami 7.000 ton,” paparnya.

(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here