TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Pihak Kepolisian Resor (Polres) Tanjungpinang membeberkan kronologi kaburnya tahanan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I A Tanjungpinang bernama Amizar, sebelum akhirnya berhasil diamankan kembali di Kota Dumai.

Menurut keterangan Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi didampingi Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang, Fonika Affandi dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres setempat, Senin (14/1). Amizar kabur dari Rutan Tanjungpinang pada 22 Desember 2018, kemudian pada tanggal 10 Januari 2019 yang bersangkutan menyeberang menuju Kota Batam melalui Pelabuhan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan.

“Sebelum keluar ke Batam, beliau ternyata ada di Tanjungpinang. Sembunyi di hutan bahkan sempat berkunjung ke keluarganya di sini,” kata Ucok.

Setelah tiba di Batam lanjut Ucok, tanggal 11 Januari 2019 pagi, Amizar yang merupakan tersangka kasus narkotika ini melanjutkan perjalanan laut ke Kota Dumai dengan menggunakan Kapal Batam Jet.

“Tujuan Amizar sebenarnya ialah Tanjung Balai Asahan, Medan. Ia mengaku rindu dengan anak dan istrinya di sana,” ungkap Ucok.

Ucok menjelaskan Amizar ditangkap oleh Polres Dumai saat tiba di Pelabuhan Dumai, sekitar pukul 15.02 WIB.

“Ini berkat koordinasi dan kerjasama antara Polres Tanjungpinang, Polres Dumai, Rutan Tanjungpinang, dan masyarakat,” imbuhnya.

Ucok menambahkan, pihaknya turut mendalami terkait keterlibatan pihak keluarga atau kerabat yang membantu maupun memfasilitasi pelarian Amizar selama sekitar 22 hari, pasca kabur dari tahanan Rutan Tanjungpinang.

“Akan kita tindaklanjuti jika memang terbukti ada yang membantu si pelaku,” tuturnya.

Sementara itu, Fonika Affandi menceritakan Amizar kabur dari Rutan Tanjungpinang saat jam kunjungan sedang berlangsung. Saat itu menurut Fonika ada sekitar 200 pengunjung yang mengunjungi para tahanan.

Kesempatan itu pun dimanfaatkan Amizar untuk melarikan diri melewati pagar pembatas yang ada di ruang kunjungan, kemudian naik ke atap, dan melompat ke luar melalui gedung di samping Rutan.

“Secara teknis di Rutan ini semua sudah sesuai prosedur. Tapi kita sama tahu gedung ini masih bangunan lama, belum lagi petugas yang di lapangan satu regu ada empat orang. Mereka harus menjaga 370 tahanan,” sebutnya.

Kendati demikian, Fonika mengaku sudah menegur petugas Rutan yang bertugas ketika pelaku berhasilkan melarikan diri.

“Sudah saya rolling juga petugas di lapangan,” tegasnya.

Fonika menambahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan kejaksaan dan pengadilan setempat, agar Amizar segera mengikuti persidangan kembali.

“Tersangka masih dalam proses persidangan kasus narkotika,” ucapnya.

Disinggung sanksi tambahan yang akan diberikan kepada Amizar, Fonika menyebut akan melaksanakan pemeriksaan terlebih dahulu sesuai mekanisme yang ada di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Namun tegas Fonika, perbuatan yang dilakukan oleh Amizar telah menyalahi aturan yang berlaku.

“Kalau di persidangan nanti ia terbukti bersalah. Maka bisa saja kita kenakan hukuman tambahan, seperti tidak ada remisi tahanan,” terangnya.
(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here