Kadis PU Kepri, Abu Bakar. Foto: Mn/sijoritoday.com

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri Abu Bakar membantah terkait adanya kabar sejumlah rumah warga di Teluk Keriting, Tanjungpinang retak akibat adanya pemancangan tiang proyek Gurindam 12 di wilayah setempat.

“Itu tidak benar. Kabar hoax,” kata Abu Bakar di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (04/02/2019).

Menurut pria yang akrab disapa Abu itu, pihaknya langsung menurunkan tim, untuk mengecek kebenaran mengenai belasan rumah warga yang retak tersebut.

“Setelah kami cek, memang tidak ada rumah yang retak,” tambahnya.

Abu menambahkan, masyarakat Teluk Keriting sangat mendukung proyek pembangunan Gurindam 12.

Pihaknya juga berjanji secara bertahap akan merealisasikan pembangunan, seperti pasar kesenian, kios jualan, puskesmas dan renovasi masjid di wilayah setempat sebagai kompensasi atas proyek Gurindam 12.

“Akan kita realisasikan secara bertahap,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Formatur Dicky Novalino menyebut akan melakukan peninjauan ke rumah-rumah warga yang retak tersebut.

“Kami cek dulu, apakah memang retak karena proyek itu, atau faktor lain,” kata Dicky belum lama ini.

Sijoritoday.com juga sempat melakukan konfirmasi kembali kepada Ketua Formatur perihal kelanjutan peninjauan tersebut. Namun, hingga saat ini yang bersangkutan belum membalas maupun menjawab pertanyaan terkait.

Padahal, salah satu warga teluk keriting Benny sebelumnya mengaku rumah milik ibu kandungnya bernama Haminarun di Teluk Keriting di RT 02/RW 15 itu retak akibat dampak dari pemancangan tiang atas proyek Gurindam 12. Sebelumnya tidak ada keretakan terjadi, pasca pemancangan tiang di proyek tersebut, dinding rumah ibunya retak secara perlahan.

Lantaran dinding rumah ibunya yang dibangun sudah lama itu hanya berlapis kawat dan semen, sehingga tidak begitu kuat jika menahan getaran.

“Dinding rumah itu hanya berlapis kawat dan semen saja. Tidak pakai besi, tidak begitu kuat, sebelumnya rumah itu tidak retak, karena ada pemancangan tiang proyek itu, rumah ibu saya mulai retak,” ungkap Benny.

Foto keretakan rumah milik ibu Benny

Benny berharap, adanya perbaikan yang dilakukan pemerintah provinsi Kepri. Dirinya tidak ingin jika semakin lama pemancangan tiang yang dilakukan, semakin besar pula keretakan yang terjadi dirumah ibunya. Selain itu, Benny berharap agar proyek Gurindam 12 ini agar dapat dikaji ulang dan meminta untuk dihentikan sementara.

“Karena ini menyangkut keselamatan orang tua saya, karena kontraktor bekerja di malam hari, saat orang tua saya istrahat. Kalau sampai terjadi apa-apa dengan orang tua saya, saya akan tuntut mereka,” tegas Benny.

“Jarak rumah ibu saya itu sekitar 100 meter dari pekerjaan proyek itu,” ungkap Benny beberapa waktu lalu.
(Ak/Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here