Mediasi warga RT 01 yang puluhan warga tidak terlibat dalam pemilihan RT nya.

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Lurah Tanjung Unggat, Muhammad Mirwansyah memimpin mediasi antara warga RT 01/RW 01, Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari dan Panitia Pemilihan RT setempat terkait pemilihan RT yang tidak mengundang seluruh warga di RT itu, Rabu (07/08/2019).

Dalam mediasi tersebut, puluhan warga pada intinya menyampaikan aspirasinya meminta Lurah Tanjung Unggat untuk mengadakan pemilihan RT 01/RW 01 diulang karena dianggap tidak sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku. Dari pihak panitia juga mengaku telah mengundang beberapa warga saja melalui percakapan lisan.

Ketua Panitia Pemilihan RT 01, Haryono menjelaskan, sebelum diadakan pemilihan RT, pihaknya telah memberitahukan kepada teman-teman apakah ada yang ingin maju menjadi calon RT.

“Namun sebagian bilang tidak ada yang ingin maju, selanjutnya kita bentuklah panitia dari IPGM, saya ditunjuklah jadi Ketua, sesudah itu surat itu saya ajukan ke Kelurahan,” kata Ketua Panitia Pemilihan.

“Setelah itukan, panitia bubar, untuk itu apa-apa yang ditanyakan, saya serahkan ke Pembina IPGM,” tambahnya.

Ketua IPGM yang kerap disapa A’at juga mengatakan, pihaknya dalam hal ini hanya memfasilitasi pemilihan RT. Dan surat dari Lurah untuk dilakukan pemilihan RT yang ia dapat dari RW 01 telah diserahkan ke Pembina IPGM untuk membentuk panitia. Pembina IPGM yaitu Insan adalah warga RT 01/RW 01.

“IPGM lah yang membentuk Panitia Pemilihan RT, jadi setiap gang 1 orang jadikan Panitia, saya telah memberikan mandat ke Pembina IPGM untuk mengurusi hal ini,” katanya.

“Jadi saya disini hanya sebagai fasilitator, tidak mengasut- asut mereka untuk calon tunggal, tidak ada bilang mereka agar pemilihan langsung, saya tetap saran mereka agar membuat sebaik-baiknya,” tambahnya didepan puluhan warga yang tak terlibat dalam pemilihan RT 01.

Sementara itu, salah satu tokoh agama di Gudang Minyak, RT 01/RW 01, Kusnandar menyebut bahwa pemilihan RT 01 tidak transparan alias pemilihan tersebut secara sembunyi-sembunyi. Betapa tidak, banyak warga yang tidak terlibat dalam pemilihan tersebut.

Menurutnya, mekanisme tersebut tidak benar. Seharusnya, RT 01 menempelkan selebaran kertas sebagai pemberitahuan ada pemilihan RT. Sejumlah warga menganggap pemilihan tersebut tidak sah.

“Kita minta pemilihan ulang, dan secara transparan dan terbuka, siapa pun RT nya kita terima, asal prosesnya sesuai mekanisme yang ada. Jangan sembunyi-sembunyi, untuk calon RT, ada dua orang yang ingin maju,” ungkapnya mewakili puluhan warga yang tidak terlibat pemilihan.

Begitu juga dikatakan Baharudin, warga setempat, pada intinya warga tidak mempermasalahkan siapapun RT nya. Namun lebih kepada proses pemilihan RT yang dianggapnya sudah diluar mekanisme.

“Seperti yang tertuang pada Perda No 1 Tahun 2016 tentang Lembaga Kemasyarakatan dan Permendagri,” ujarnya.

Baharudin juga mengakui bahwa secara legalitas IPGM diakui. Namun, dalam konteks Lembaga Kemasyarakatan tentu ada mekanisme yang harus ketahui di Perda dan Permendagri terkait apa saja kategori dan kriteria Lembaga Kemasyarakatan.

“Pertanyaannya, apakah IPGM merupakan perangkat Kelurahan ? Ini harus dipahami,” tanyanya.

Bahar menjelaskan, Ketua RT 01 yang dijabat Sumiono sekarang, pada saat ingin melakukan pemilihan Ketua RT 01 saat itu belum dicabut SK nya sebagai RT oleh Lurah. Artinya, Ketua RT 01 mempunyai kewajiban untuk melaksanakan pemilihan tersebut.

“Dan Lurah sebagai penanggungjawab bisa memberikan pendelegasian itu tanpa menggunakan pihak ketiga atau organisasi -organisasi yang memang tidak masuk dalam Lembaga Kemasyarakatan,” tegas Bahar.

Sedangkan, Pembina IPGM yang sering disapa Insan mengatakan, ketika surat dari Lurah masuk untuk dilakukan pemilihan RT, pihaknya sebenarnya tidak begitu ingin mengurusi. Namun, pihaknya mengingat jangka waktu yang begitu pendek terkait pemilihan tersebut.

“Calon ini yang masalahnya tidak ada walaupun sudah dijaring,” pengakuannya.

Proses penjaringan, menurut Sekretaris Panitia Pemilihan, Sumarno, sudah dilakukan secara lisan kepada dua orang warga.

“Saya sudah kesana kesini cari calon tapi tak ada,” ujar Sumarno.

Insan mengatakan, pihaknya mengaklamasikan karena tidak ada calon lagi. Namun jika ada calon lain, pihaknya mempertanyakan kenapa tidak mendaftar.

“Jika tidak ada mendaftar, bagaimana kita bisa umumkan ke warga,” tungkasnya.

Ia mengaku tidak menghilangkan hak masyarakat di pemilihan RT. Ia juga membantah bahwa ada kepentingan dan tidak ada yang disembunyi-sembunyikan.

Insan juga memberi solusi, jika Ketua RT 01, Sumiyono tidak ada yang menerima. Ia meminta Lurah untuk menunjuk Pelaksana Tugas (Plt).

“Sebab, bagaimana dengan panitia yang sudah bekerja, surat-surat apakah harus dibatalkan ?,” tanyanya.

Inilah surat yang menjadi dasar Lurah Tanjung Unggat melantik RT 01.
Inilah surat yang menjadi dasar Lurus Tanjung Unggat Melantik RT 01

Mediasi tersebut tampaknya belum membuahkan hasil, Lurah Tanjung Unggat, Mirwansyah terlihat belum bisa mengambil kebijakan terkait apa yang didengarnya.

“Akan kita koordinasikan ke pak Camat, bagaimana nasibnya, apapun keputusan pak Camat kita harus terima untuk satu periode ini,” kata Lurah.

Seperti diketahui, Lurah Tanjung Unggat, Mirwansyah telah melantik RT 01 beberapa waktu lalu. Pelantikan tersebut memantik protes puluhan warga setempat, karena merasa tidak terlibat dalam pemilihan RT tersebut.

Puluhan warga pun mengajukan protes secara tertulis ke Lurah Tanjung Unggat yang ditandatangani 50 orang warga.

Inilah surat protes warga RT 01

Lurah Tanjung Unggat mengaku melantik RT 01 berdasarkan berita acara panitia yang mengatasnamakan IPGM yang ditandatangani lima orang panitia.

(Ak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here