Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Erlangga

ANAMBAS, SIJORITODAY.com – – Polisi Daerah Kepualuan Riau masih mengumpulkan alat bukti terkait kasus dugaan korupsi Proyek Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum (SPAM) IKK Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas (Multi Years) Tahun Anggaran 2014 dan 2015.

Pembangunan SPAM di Anambas. Foto: Sidaknews.com

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol S Erlangga, pada Kamis (15/08/2019). Hanya saja Polisi belum membeberkan nama-nama yang terperiksa, namun katanya 32 orang saksi sudah dimintai keterangannya oleh penyidik.

“Kasus masih berjalan dan berlanjut pada tahap lidik, penyidik masih mengumpulkan alat bukti dengan lakukan riksa kepada 32 saksi,” ucap Erlangga.

Erlangga mengatakan, sekitar 15 saksi dari Pemda Anambas sudah dipanggil untuk dimintai keterangannya.

“Kasus bukan diambil alih, tapi dari hasil lidik Ditreskrimsus Polda Kepri sendiri, dari tahun 2019,” jelas Erlangga.

Sebelumnya, kasus ini mencuat ke publik pada Tahun 2016 silam. Saat itu, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ICTI-Ngo Kepri pada tahun 2016 melaporkan dugaan korupsi SPAM di Anambas ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tindak lanjut atas laporan dari LSM tersebut kabarnya direspon oleh KPK. Namun di perjalanan KPK melimpahkan kasus tersebut ke Polda Kepri.

Seperti dikutip dari Sidaknews.com, LSM ICTI-Ngo Kepri menduga adanya mark up dalam pengadaan water meter, juga pada Pengadaan dan Pemasangan Reservoar Baja kapasitas 300 M3. Proyek SPAM Anambas tahun 2014 dan 2015 ini, berdasarkan hasil observasi lapangan terhadap semua jenis pipa, baik pipa transmisi, pipa distribusi, pipa SR, maupuan eksesoris pipa tidak ditemukan pipa ber-SNI sebagaimana dimaksudkan pada spesifikasi pekerjaan, harganya pun diduga telah di mark-up.

Diketahui, proyek tersebut menelan dana dengan nilai kontrak sebesar 28 Miliar. Informasi yang diperoleh, sebelum proyek ini di lelang pada tahun 2014 silam, pihak perencanaan telah menganggarkan sekitar Rp15 M, akan tetapi di tahun berikutnya proyek ini bertambah menjadi Rp30 Miliar.

Pekerjaan Proyek SPAM ini dimenangkan oleh PT.Nirwana Jaya sejati, M. Najib selaku Direktur, berdasarkan dokumen kontrak, surat perjanjian, nomor 01.MY/SP-GB/SPM/DPU-CK/IX/2014, yang ditandatangani sdr. Rony Pranata, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Anambas.
(Ak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here