NATUNA, SIJORITODAY.com – – Aroma tak sedap dalam proses penyediaan pengembangan sarana dan prasarana perikanan tangkap di Natuna mulai tercium semerbak jelang akhir tahun 2019.

Hal itu diduga, terkait pemanggilan Dinas Perikanan Natuna dan pihak terkait oleh Komisi II DPRD menyangkut kegiatan penyediaan, pengembangan sarana dan prasarana produksi Perikanan tangkap tahun 2019, milik Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, bernilai Rp1.588.596.000.

Berbekal informasi tersebut, sejumlah awak media punberkumpul sejak pagi di depan Gedung DPRD Natuna, Senin (23/12/2019).

Kejanggalan ini cukup membuat para Kuli tinta ini mengejar informasi terkait hearing Komisi II DPRD dengan Dinas Perikanan Natuna, atas
kegiatan yang terkesan janggal penyediaan pengembangan sarana dan prasarana perikanan tangkap tahun 2019 di dinas yang di pimpin Zakimin.

Sayangnya, kedatangan sejumlah jurnalis untuk meliput kegiatan di gedung DPRD Natuna tak digubris oleh Wakil Rakyat setempat. Dengan dalih, acara tersebut digelar secara tertutup.

Akhirnya, muncul dalam benak awak media yang menyisakan misteri. Sebab tidak diperbolehkan masuk untuk meliput di ruangan komisi II.

“Bagaimana bisa, kami (red-wartawan) dilarang meliput. Alasannya pertemuan tersebut tertutup,” ujar salah seorang wartawan yang enggan menyebutkan namanya.

Sementara, salah seorang staf yang keluar dari pintu ruangan Komisi II pun langsung dicecar beberapa pertanyaan oleh awak media. Namun ia hanya menjawab pertemuan itu bersifat internal.

Sebelumnya, perlu diketahui ada dugaan dalam penyaluran bantuan sarana dan prasarana produksi perikanan tersebut. Terindikasi adanya kejanggalan seperti diberitakan oleh beberapa media.

Hingga berita ini diturunkan, pertemuan tersebut masih berlangsung dan belum ada pihak yang bisa dikonfirmasi. (Iwan)

Editor: Taufik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here