ANAMBAS, SIJORITODAY.com — Proyek milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Anambas tahun 2019 diduga kuat sarat masalah. Proyek yang menghabiskan miliaran rupiah tiba-tiba terhenti. Sedangkan Pihak PPTK, Rekanan dan Konsultan pengawas saling tuding. Kok bisa?

Begini ceritanya, proyek yang dimaksud adalah pembangunan gedung pusat Puskesmas Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di kecamatan Palmatak.

Pekerjaan pembangunan itu baru saja dihentikan oleh warga. Sebab, warga kecewa dengan kualitas pekerjaan tersebut. Bahkan, warga meminta pihak rekanan bertanggungjawab atas pembangunan yang dinilai sembraut.

“Pembangunan ini bermasalah, ditambah kontraktor jarang berada di tempat dan kontraktor pengawas juga jarang berada di tempat sehingga pembangunan tidak sempurna,” kata warga sedikit sesal, Rabu (08/01/2020) lalu.

Menurut Rudi, pekerjaan yang bermasalah tersebut, yakni pemasangan keramik dan paving blok.

Maka itu, lanjut Rudi, masyarakat meminta pekerjaan ini dihentikan dulu setelah rekanan sudah berada di tempat.

“Kita minta pekerjaan ini dihentikan dulu sampai menunggu dia (Dodi) pulang untuk menjelaskan ini, sehingga selesai,” sambungnya.

Saat di lokasi, Sijoritoday.com menjumpai Wira, dia adalah Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Kesehatan Anambas.

Saat ditanyai, Wira mengaku bahwa masyarakat mendapat temuan pekerjaan yang tidak sesuai.

Bahkan, kata Wira, salah seorang pekerja mengaku ada salah satu pekerjaan yang tidak sesuai.

“Keramik banyak kosong dan paving blok juga salah, masyarakat tidak mau pekerjaan asal-asalan,” kata Wira.

Wira meminta pihak rekanan segera menemui masyarakat agar dapat menjelaskan pekerjaan tersebut.

“Karena puluhan masyarakat memprotes, pekerjaan itupun diminta dihentikan sementara,” tandasnya.

Wira menegaskan, pada 17 Februari 2020 pihak rekanan harus menyelesaikan pekerjaan tersebut, jika tidak, pihaknya akan memberi sanksi kepada rekanan.

“Masa pekerjaannya sudah habis sebenarnya pada Desember 2019. Saat itu, progres pekerjaan mereka masih sekitar 82 persen. Pemerintah melalui Dinas Kesehatan pun mempertimbangkan untuk memperpanjang masa pekerjaan dengan masa 50 hari kerja. Kalau tidak selesai putus kontraktor, denda uang jaminan pelaksana kita tarik,” imbuh Wira.

Sebagaimana diketahui, dalam pekerjaan ini, pelaksananya adalah CV Karya Group dan CV. Java Bima Citra sebagai konsultan pengawas. Pembangunan yang bersumber Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi bernomor kontrak; 03/SP-PKM.PLMTK/DINKES.PPKB/22.01/DAK/06.2019 dengan nilai kontrak: Rp 8.215.076.431.

Selain pembangunan proyek Puskesmas Palmatak, Wira selaku PPTK juga menggawangi empat (4) Puskesmas lainnya di Kabupaten Anambas.

Disamping itu, media sijorioday.com mencoba menghubungi Ferdy dari CV. Java Bima Citra selaku konsultan pengawas.

Melalui telepon seluler nya, Ferdy menjawab bahwa pihak sudah bekerja sesuai prosedur. Ferdy mengaku, jarang sekali ada pekerjaan. Padahal, lanjut Ferdy, dirinya sudah menyurati pihak rekanan termasuk koordinasi dengan pihak PPTK.

“Kami ada melakukan pengawasan, pekerjaan itu selalu tidak ada kegiatan. Kami sudah beberapa kali sudah menyurati, sampai surat teguran kedua kali. Kendalanya masalah material. Anak buah saya, nak tunggu, sementara mereka tidak bekerja. Macam mana lah,” jawab Ferdy.

Sementara, jawaban yang dikeluarkan pihak rekanan tidak seperti konsultan pengawas tuduhkan. Justeru, Dodi selaku rekanan menuding bahwa yang jarang tidak pernah ke lokasi adalah pihak konsultan pengawas.

“Terbalik pak, yang tidak pernah ada itu pengawas lapangan dari konsultan pengawas, saya cuti baru 1 Januari Pak pulang ke Jakarta,” jawab Dodi.

Menyangkut kualitas pekerjaan, Dodi menyangkal secara tegas. Menurut Dodi, bahan-bahan seperti keramik, paving blok sesuai dengan spek.

Ditanya soal pemasangan, Dodi hanya menjawab bahwa di proyek tersebut ada konsultan pengawas dan pihak dinas yang sering meninjau.

“Tentunya apabila ada yang tidak sesuai kami tidak akan pasang. Plafond kami menggunakan Shunda Plafond kelas 1 yang kami datangkan dari Jakarta, dan sesuai spesifikasi yg ditentukan. Plafond hanya belum selesai karena kurang dan sudah kami pesan,” tutupnya. (Tim)

Editor: Taufik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here