TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com–Investasi tentu tidak dapat dipisahkan dari dunia usaha, sebab adanya investasi akan dapat dikembangkan menuju usaha yang lebih besar.

Dan otomatis, menyerap tenaga kerja yang besar sehingga berdampak bagi perkembangan ekonomi daerah. Terutama, menurunkan angka kemiskinan di Kepri

Guna mendongkrak perekomian Kepri, mutlak dibutuhkan banyak investasi. Namun, sekelumit persoalan masih menjadi kendala. Bagaimana terobosan Komisi II DPRD Kepri di pusat? Mari kita simak!

Menyadari hal tersebut, Komisi II DPRD Kepri bersama Dinas PTSP Penanaman Modal berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal di Jakarta.

Ketua Komisi II DPRD Kepri, Ing Iskandarsyah, di Tanjungpinang mengatakan, pemerintah pusat menargetkan nilai investasi pada tahun 2019 di wilayah tersebut sebesar Rp20 triliun, sementara realisasi mencapai Rp26 miliar. Sementara tahun 2020, pemerintah pusat menargetkan nilai investasi di Kepri mencapai Rp50 triliun.

“Ada kenaikan 100 persen nilai investasi yang ditargetkan pemerintah pusat. Kami optimistis dapat tercapai,” kata Ketua Komisi II DPRD Kepri, Ing Iskandarsyah, Kamis (13/2/2020).

Menurut Ing Iskandarsyah, dalam pertemuan itu, sejumlah anggota Komisi II DPRD Kepri menyampaikan kendala dalam berinvestasi seperti regulasi yang berbelit-belit, lahan yang sangat luas dikuasai beberapa orang namun tidak dikelola, dan Ranperda Zonasi yang belum disahkan.

Iskandar berharap regulasi terkait investasi semakin baik, dan memberi kepastian hukum kepada investor setelah “omnibus law”.

Sedangkan persoalan lahan yang luas dikuasai sejumlah orang atau perusahaan, sebaiknya ditertibkan. Pemerintah harus bersikap tegas terhadap orang atau perusahaan yang tidak mengelola lahan yang dikuasai selama puluhan tahun.

“Kami khawatir ada spekulan lahan sehingga menghambat investasi,” katanya.

Iskandar mengatakan Kepri memiliki potensi sumber daya alam yang memadai, pantai yang indah, dengan posisi wilayah yang strategis sehingga diincar investor.

“Sinergisitas di antara pihak-pihak yang berhubungan dengan investasi dibutuhkan,” tegasnya.

Sebab, jika kondisi ini terus dibiarkan, upaya peningkatan iklim investasi di Kepri yang dijalankan pemerintah saat ini, dipastikan tetap akan dijalan ditempat, jika tak elok disebut; stagnan!

Padahal, tujuannya akhir dari banyaknya investor yang masuk ke Kepri, diharapkan dapat membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan menyerap tenaga kerja, memperkecil angka kemiskinan. (Tf)

Editor: Taufik

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here