TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com — Udang adalah salah satu makhluk air yang bisa diolah menjadi beragam makanan.

Tak heran, udang menjadi salah satu sumber makanan yang banyak disukai. Bicara soal udang, di Tanjungsiambang, Kelurahan Dompak Kota Tanjungpinang, Kepri, RT 01, RW 01 melarang warga luar untuk tidak melakukan aktivitas seperti menjaring pukat ngarung baik siang maupun malam hari.

Himbauan RT dan RW setempat tertuang dalam tulisan pada salah satu spanduk di kawasan setempat.

Khawatir pernyataan tersebut menuai kontroversi, akhirnya Lurah Dompak, Heri Susanto mengundang RT dan RW untuk mencabut spanduk berupa himbauan larangan bagi warga luar Tanjung Siambang untuk tidak mengambil udang.

“Iya betul, himbauan yang dibuat perangkat RT di RW 01 Tanjung Siambang bersama masyarakat. Himbauan tersebut didasari dengan adanya laporan masyarakat yang sering kehilangan alat tangkap jaring, ikan, udang, ketam yang disimpan di wilayah tersebut, bahkan beberapa sampan ada yang hilang,” ungkap Lurah Dompak, Heri Susanto.

Alasan tersebut diketahui setelah dirinya mendengarkan secara langsung penjelasan RT setempat, meski demikian Heri telah memerintahkan pencopotan spanduk tersebut.

“Dari penjelasan RT setempat memang niatnya baik, akan tetapi tidak harus membuat spanduk larangan seperti itu, dan Spanduk tersebut telah dicopot pada hari Rabu kemarin,” jelas Heri.

Heri menyarankan kepada RT dan RW setempat guna mengantisipasi permasalahan seperti gangguan Kamtibmas, untuk dapat meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat diwilayahnya masing-masing, sistem keamanan keliling (Siskamling) pada malam hari.

“Kalau malam hari silahkan dilakukan Siskamling bagi lima RT di wilayah tersebut, bagi tamu yang masuk memang harus melapor kepada mereka, tapi tidak harus melarang seperti himbauan di spanduk tersebut yang nantinya dihawatirkan dapat memecah belah warga. Intinya masalah tersebut telah selesai dan spanduknya udah dicabut,” pungkas Heri. (Sueb)

Editor: Taufik Kurahman

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here