PEKANBARU, SIJORITODAY.com – – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memperpanjang masa penahanan tersangka Bupati Bengkalis nonaktif, Amril Mukminin. Setelah sebelumnya diperpanjang pada tanggal 06 April 2020 sampai 5 Mei 2020.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri kepada Sijoritoday.com, Selasa (5/5/ 2020) mengatakan, perpanjangan penahanan ini dilakukan untuk kepentingan penyidikan yang saat ini masih terus berjalan.

“Penyidik memandang masih memerlukan waktu untuk proses penyelesaian pemberkasan yang saat ini masih berjalan, dan setelah selesai pemberkasan maka penyidik akan menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk selanjutnya disidangkan di Pengadilan Negeri Tipikor,” jelas Ali Fikri.

Perpanjang penahanan ini, katanya, sesuai dengan Penetapan Pengadilan Negeri Pekanbaru yang kedua, terhitung mulai tanggal (6/5/2020) sampai dengan tanggal (4/6/2020) di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.

Diketahui, Amril Mukminin Bupati Bengkalis nonaktif ini ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi (TPK) terkait kasus suap Proyek Multi Years pembangunan Jalan Duri – Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, anggaran 2013-2015. KPK menduga, Amril Mukminin menerima suap Rp. 5,6 miliar dari PT Citra Gading Asritama terkait dengan proyek Multi years tersebut. Uang suap itu diduga merupakan bagian dari commitment untuk memuluskan proyek jalan tersebut.

Bupati Bengkalis nonaktif itu disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 atau pasal 12B Undang-undang Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

 

Penulis: Superleni
Editor: Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here