Puluhan warga mendengarkan penjelasan Camat Gunung Kijang Arif Sumarsono saat mendatangi Kantor Desa Gunung Kijang mempertanyakan BLT COVID-19 yang tak kunjung disalurkan, Selasa (12/5). Foto IST

BINTAN,SIJORITODAY.com – – Sejak diluncurkan Pemkab Bintan pada Jum’at (8/5) kemarin, bantuan langsung tunai (BLT) COVID-19 terus hangat diperbincangkan warga. Apalagi, sebagian besar warga belum menerima bantuan tersebut.

Tak hanya belum merata, ada juga warga yang bingung dan kesal, karena bantuan yang diterimanya berbeda-beda antara satu warga dengan yang lainnya.

Seperti diketahui, penerima bantuan dikelompokkan kedalam 4 kriteria. Pertama, warga penerima program keluarga harapan (PKH) hanya menerima Rp 800 ribu/KK, penerima BLT pusat melalui Kantor Pos Indonesia sebesar Rp 600 ribu/KK, dan warga Bintan yang menerima BLT dari APBD Bintan serta APBDes warga yang tinggal didesa-desa. Mereka menerima Rp 1,2 juta/KK.

Camat Gunung Kijang, Arif Sumarsono berusaha menjelaskan kepada warga saat sekelompok orang dari Rt 01 Rw 01 Desa Gunung Kijang mendatangi kantor Desa Gunung Kijang terkait soal carut marut BLT.

Bantuan dari pemerintah untuk warga ditengah wabah saat ini, memang disalurkan berbeda-beda dengan mekanismenya masing-masing. Arif mengatakan, untuk BLT daerah disalurkan sejak Jum’at (8/5) kemarin kepada warga sebesar Rp 1,2 juta/KK untuk dua bulan (April-Mei).

Sementara BLT dari APBDes untuk warga di desa-desa, disalurkan sama yakni Rp 1,2 juta/KK untuk dua bulan (April-Mei). Sedangkan BLT subsidi untuk warga penerima manfaat PKH (Program Keluarga Harapan) sebesar Rp 400 ribu/KK. Disalurkan untuk 2 bulan sehingga warga PKH menerima Rp 800 ribu/KK karena menerima PKH setiap bulannya sebesar Rp 200 ribu.

Selain itu, ada BLT dari pemerintah pusat melalui Kemensos RI yang disalurkan lewat Kantor Pos sejak 10 s.d 16 Mei. Setiap warga penerimanya akan mendapat Rp 600 ribu/KK/bulan selama 3 bulan.

Arif menyakinkan, bantuan yang diterima seluruh warga Bintan tetap sama, yaitu Rp 1,8 juta/KK untuk tiga bulan. Hanya saja penyalurannya yang berbeda-beda.

Ia menjelaskan, BLT pusat melalui pos disalurkan sebulan sekali sehingga warga menerimanya Rp 600 ribu/bulan/KK selama tiga bulan. Sementara BLT daerah baik dari APBD maupun APBDes serta yang subsidi PKH itu disalurkan dua tahap.

“Tahap pertama untuk dua bulan (April-Mei), dan tahap kedua nanti 1 bulan (Juni). Intinya sama, jadi datanya tidak tumpang tindih, mana yg nerima PKH, mana BLT daerah dan pusat,” terangnya. (Btn)

Editor : Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here