KARIMUN, SIJORITODAY.com– Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau (Kepri) melakukan penegahan terhadap kapal kayu (Tanpa Nama) di Perairan Pulau Patah.

Setelah diperiksa oleh petugas BC, kapal tanpa nama tersebut membawa smartphone tidak dilindungi dengan dokumen kepabeanan.

Hal ini disampaikan Kakanwil DJBC Khusus Kepri Agus Yulianto melalui Bagian Humas, Jumat ( 3/7/2020 ).

Kakanwil DJBC Khusus Kepri mengatakan, penindakan terhadap kapal tersebut merupakan

langkah nyata Bea Cukai Kepri dalam melindungi industri dalam negeri, ujar Agus Yulianto.

Kronologi dari penindakan, Agus Yuluanto menjelaskan, penindakan bermula saat Satgas Patroli Laut BC mendapat informasi dari Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, bahwa akan ada sebuah speedboat yang diduga membawa smartphone ilegal dari jembatan 4 Batam pada hari Sabtu 27 Juni 2020, pukul 15.30 Wib.

Tim Satgas BC 1305 melihat speedboat yang melaju dari arah Batam dengan haluan menuju ke Tanjung Riau. Melihat hal tersebut, Tim Satgas BC 1305 melakukan pengejaran dan menghubungi Tim Satgas BC 15042 dan Tim Satgas BC 1189 yang sedang berjaga di perairan wilayah tersebut.

“Saat dilakukan pengejaran, kapal tidak berhenti dan melakukan manuver untuk melarikan diri dengan haluan menuju Pulau Patah. Pada saat kapal tersebut mendekati pantai di pesisir Pulau Patah pada pukul 15.40 Wib anak buah kapal (ABK) dari speedboat tersebut melarikan diri ke dalam hutan. Kemudian Satgas Patroli Laut BC mengamankan serta memeriksa speedboat tersebut dan kedapatan muatan ± 32 karton smartphone dengan berbagai macam merek,” terang Kakanwil DJBC Khusus Kepri Agus Yulianto.

Sambung Agus, setelah barang bukti diamankan lalu dibawa ke Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau untuk dilakukan pemeriksaan, penelitian, pendalaman serta proses lebih lanjut.

Setelah dilakukan pencacahan terhadap barang bukti tersebut ditemukan sebanyak 3304 unit seperti IPhone, Samsung, Google Pixel, dan berbagai merek lainnya dengan nilai barang sebesar Rp 12 Miliar dan berpotensi merugikan negara sebesar Rp 2,5 Miliar, papar Agus Yulianto.

Terakhir, Kakanwil DJBC Kepri menyampaikan, dalam menjalankan fungsi pengawasannya, Bea Cukai Kepri terus berupaya secara maksimal untuk memastikan bahwa barang-barang yang beredar di pasar dalam negeri merupakan barang legal dan tidak membahayakan masyarakat.

“Akibat dari peredaran barang tersebut adalah merugikan para pelaku industri dalam negeri yang taat terhadap peraturan,” pungkas Agus Yulianto.

Penulis: Sunar
Editor: Taufik

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here