KARIMUN,SIJORITODAY.com – Kejaksaan Negeri Karimun lakukan pemusnahan sebanyak 532,9 ton amonium nitrate, Rabu ( 9/9/2020 ) bertempat di halaman belakang Kanwil DJBC Khusus Kepri, Meral Karimun.

Pemusnahan ribuan karung barang bukti amunium nitrate dihadiri langsung oleh pihak Kejagung RI, Utusan Mabes Polri, Utusan Polda Kepri, Kajati Kepri, Kakanwilb DJBC Khusus Kepri, Kajari Tanjung Pinang, Kajari Karimun, Wakil Bupati Karimun dan FKPD Karimun.

Kepala Pusat Pemulihan Aset Kejagung RI Agnes Triani menyampaikan, bahan peledak amuniun nitrate sebanyak 532,9 ton ini merupakan barang bukti dari sepuluh perkara yang telah dituntaskan oleh instansi Bea dan Cukai dan telah memiliki hukum tetap untuk dimusnahkan.

“Sepuluh perkara, tiga perkara berasal dari Tanjung Pinang dan tujuh perkara dari Karimun yang telah dituntaskan delapan tahun silam “, sebut Agnes.

Sementara, Kepala Kejaksaan Tinggi Negeri Kepri Sudarwidadi mengatakan, barang bukti amunium nitrate ini merupakan hasil tindakan penegahan dari Bea Cukai dan ditangani perkaranya delapan tahun silam.

” Kemudian perkaranya ditindak lanjuti dengan pihak Kejaksaan Karimun dan Kejaksaan Tanjung Pinang, hingga persidangan dan telah memiliki hukum tetap “, jelas Sudarwidadi.

Dijelaskan Kajati Kepri, awalnya barang bukti amunium nitrate ini telah diputuskan oleh pengadilan dirampas untuk negara kemudian berubah putusan dirampas untuk dimusnahkan.

” Perubahan ini dilakukan, mengingat eksekusi dengan cara melakukan pelelangan ini terhadap barang bukti tersebut tidaklah mudah. Ada dua kendala, pertama kita harus cari pembeli ( dalam pelelangan ) dan adanya pengaturan Kapolri nomor 17 tahun 2017 tentang perizinan, pengaman, pengawasan dan pengendalian bahan peledak komersial “, ungkap Kajati Kepri dalam sambutannya.

Kajati menambahkan, tata cara perizinan harus ada regulasinya, maka pelaksanaan pelelangan menjadi terkendala.
Karena banyak kendala dalam melakukan pelelangan dan barang bukti ini sudah terlalu lama, akhirnya kami menaikan perkaranya ke Kejagung RI.

“Dengan berbagai faktor dan pertimbangan serta mengingat barang bukti amunium nitrate terlalu lama dan berbahaya. Dan berdasar hasil pertemuan yang pihak pihak yang  berkompeten, akhirnya barang bukti amunium nitrate sebanya 532,9 ton diputuskan untuk dimusnahkan “, pungkas Kajati Kepri Sudarwidadi.

Pemusnahan terhadap barang bukti amunium nitrate sebanyak 532,9 ton dengan cara dimasukan direndam ke dalam kolam. (Sunar)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here