TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Penasihat hukum Rini Pratiwi merasa kliennya tidak bersalah atas kasus dugaan pemalsuan gelar yang disangkakan kepada kliennya itu.

Meski merasa kliennya tidak bersalah, penasihat hukum anggota DPRD Fraksi PKB itu menyerahkan sepenuhnya kasus dugaan pemalsuan gelar itu ke penyidik.

“Kalau menurut kami itu tidak ada masalah, tetapi itu tergantung pada penyidikan,” kata Reza Nurul Ichsan Penasihat hukum Rini Pratiwi, Jum’at (30/10).

Reza menyampaikan, kliennya dapat menjawab semua pertanyaan yang ditanyakan oleh penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang.

“Semua pertanyaan sudah dijelaskan oleh klien kita,” ujarnya.

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra mengaku masih akan melakukan pemeriksaan terhadap Rini Pratiwi. Penyidik, kata Rio, masih akan mendalami dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada tersangka.

“Memang ada pertanyaan-pertanyaan yang perlu kita dalami lagi dan tersangka juga melalui penasihat hukumnya masih ada jawaban yang perlu kita dalami,” tuturnya.

Rio menambahkan, Rini akan kembali diperiksa setelah diberi waktu istirahat untuk makan siang selama satu jam.

“Masih ada yang belum terjawab, dan karena rehat dulu untuk makan siang. Kurang lebih kita beri waktu 1 jam lah untuk istirahat,” tambahnya.

Kasus yang menjerat Rini adalah penggunaan gelar yang dikeluarkan universitas perguruan tinggi tempat Rini mengeyam pendidikan itu diduga tidak sesuai yang digunakan Rini saat ini.

Salah satu organisasi mahasiswa Kepri, PMII Tanjungpinang-Bintan pun melaporkan Politisi PKB itu ke Polres Tanjungpinang atas kasus dugaan ijazah palsu.

Namun, pada Selasa (20/10) yang lalu, Satreskrim Polres Tanjungpinang menetapkan Rini Pratiwi menjadi tersangka kasus penggunaan gelar palsu.

Rini disangkakan melanggar pasal 68 Ayat 3 No 20 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dengan ancaman hukuman penjara selama dua tahun.

(Nuel)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here