Walikota Tanjungpinang, Rahma Saat Meninjau Kesiapan Pilkada di TPS 002 di Simpang Lampu Merah KM 8, Kelurahan Air Raja. Selasa (8/12/20)

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Walikota Tanjungpinang, Rahma dan Teguh Ahmad Syafari Sekda Tanjungpinang memilih bungkam terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tidak kunjung dibagikan.

Saat ditanya terkait kapan BLT sebesar 600.000 ribu per bulan itu akan dibagikan, Rahma langsung bergegas naik ke mobil dinasnya dan langsung melaju untuk meninjau kesiapan Pilkada serentak di TPS berikutnya.

“Kita pergi dulu pak Kapolres sudah nunggu,” katanya, Kamis (8/12/20).

Hal yang sama juga terjadi kepada Teguh Ahmad Syafari Sekda Kota Tanjungpinang, tanpa mengucapkan sepatah kata, Teguh langsung bergegas berjalan ke mobil dinasnya dan melaju mengikuti arah mobil dinas Walikota Tanjungpinang.

Sebelumnya, pada Selasa (8/12/20) pagi tadi. Sekretaris Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Reni mengkritisi kebijakan Pemko Tanjungpinang yang tidak kunjung membagikan BLT susulan kepada 8.413 KK itu.

Ia menilai Walikota Tanjungpinang itu setengah hati hendak membagikan BLT kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 itu.

“Kalau memang Walikota ada maksud membagikan BLT itu tentunya udah langsung disegerakan karena pendataan itu udah lama,” katanya, Selasa (8/12/20) pagi.

Politisi partai Hanura itu juga mengaku heran dengan alasan Pemko Tanjungpinang yang menjadikan anggaran sebagai penyebab tidak dibaginya anggaran itu.

Reni menegaskan, pihaknya telah menyetujui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) di APBD perubahan Tahun 2020 DPRD sebesar 74,06 Milliar Rupiah, anggaran BTT ini seharusnya dapat mengakomodir pembagian BLT.

“Anggarannya setahu saya masih ada sisa kok di BTT, kan untuk penanganan Covid-19 ini menggunakan anggaran BTT, sebelumnya juga menggunakan anggaran BTT,” tegasnya.

Politisi partai Hanura itu meminta agar Pemko Tanjungpinang tetap membagikan hak masyarakat itu di tahun mendatang dengan menggunakan BTT APBD 2021 yang sebesar 4 Milliar Rupiah.

“Kita dari DPRD udah sepakat kok anggaran ada, jadi berikanlah ke masyarakat. Kalau kita nggak bisa beri full 600 ribu per KK ya kita beri sesuai dengan kemampuan kita,” pintanya. (Nuel)

Editor : Ode

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here