Kepala Kejari Bintan Sigit Prabowo bersama Kasi Intel dan Kasi Pidsus Kejari Bintan menunjukkan uang Rp 905 juta yang berhasil dipulihkan dari korupsi BUMD Bintan, Senin (14/12). Foto Btn

BINTAN,SIJORITODAY.com – – Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan kembali berhasil memulihkan kerugian negara dari kasus korupsi BUMD Bintan (PT BIS) sebesar Rp 700 juta. Kini total kerugian negara yang dikembalikan sebanyak Rp 905 juta.

Kepala Kejari Bintan Sigit Prabowo saat rilis menyampaikan, timnya kembali berhasil menambah pengembalian kerugian negara dari kasus korupsi yang melibatkan Direktur dan bagian keuangan PT BIS.

“Kini total kerugian negara yang dikembalikan sebesar Rp 905 juta dan tersisa Rp 868 juta lebih lagi dari total kerugian sekitar Rp 1,7 M,” sebutnya, Senin (14/12).

Ia juga menyinggung mengenai tersangka yang sedang menjalani isolasi mandiri berinisial RS, Direktur PT BIS. Menurut Sigit, setelah selesai menjalani isolasi mandiri akan dilakukan tindakan hukum.

“Nanti akan koordinasi dengan Tim Gugus Tugas, kalau sudah dinyatakan sembuh baru kita lakukan penahanan,” timpalnya.

Dua orang penting PT BIS yakni Direktur berinisial RS dan Kepala Divisi Keuangan berinisial TD ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi yang disidik tim Kejari Bintan sejak September lalu.

Modus operandi kedua tersangka dengan memberikan pinjaman modal kepada mitra kerja PT BIS terhadap sejumlah perusahaan, nelayan dan waralaba.

Namun, pinjaman yang diberikan macet dan tidak dibayarkan. Hanya sebagian pengusaha yang membayarkan. “Jadi keseluruhan yang di pinjamkan ada tujuh, yang didalamnya ada pengusaha, nelayan dan waralaba,”ungkapnya.

Dalam perkara ini tersangka diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 Jo Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 KUHP. (Btn)

Editor : Akok

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here