Yuniarni Pustoko Weni, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni angkat suara terkait kekosongan kursi Wakil Walikota.

Menurut Weni, tidak kunjung terisinya kursi Wakil Walikota itu disebabkan oleh Walikota Tanjungpinang, Rahma yang tidak kunjung memberikan nama-nama calon Wakil Walikota ke DPRD.

Padahal, partai Gerindra dan Golkar yang merupakan partai pengusung pasangan Syahrul-Rahma pada Pilkada 2018 yang lalu telah mengusulkan nama-nama calon Wakil Walikota kepada Rahma sejak 2 bulan yang lalu.

Ia juga mengatakan, hingga kini DPRD baru menerima surat tembusan nama-nama calon Wakil Walikota yang diusulkan partai Gerindra dan Golkar.

“Untuk Wawako, DPRD telah menerima tembusan surat dari partai pendukung yaitu Gerindra dan Golkar yang udah disurati ke Walikota Tanjungpinang,” katanya, Selasa (26/1).

Hngga kini pihaknya masih menunggu nama calon yang dipilih Walikota Tanjungpinang sebagai pendampingnya untuk sisa masa jabatan 2018-2023.

Setelah menerima nama calon Wakil Walikota, DPRD nantinya akan langsung membentuk Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Walikota.

“Namun sampai saat ini, dari Walikota sendiri belum menyurati kembali kepada DPRD kira-kira nama siapa yang beliau ajak bersanding,” tuturnya.

Selain itu, Weni juga mengaku telah bertemu dengan Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Kepri untuk membahas kekosongan kursi Wakil Walikota itu.

Dalam pertemuan tersebut, Ombudsman meminta agar Pemko Tanjungpinang segera mengisi kekosongan kursi Wakil Walikota itu.

“Saya sudah duduk dengan Ombudsman dan Ombudsman meminta agar segera mengisi kekosongan jabatan wakil Walikota,” pungkasnya.

Weni membeberkan, sejauh ini DPRD telah mencoba meminta alasan Rahma menahan nama-nama calon Wakil Walikota itu. Namun, Rahma enggan menemui anggota DPRD itu dengan alasan tidak memiliki waktu.

“Pak Ade Angga maupun dari Gerindra sudah berkali-kali mencoba bertemu beliau, tapi tidak ada waktu,” tambahnya.

Meski demikian, Weni menegaskan bahwa DPRD akan tetap menunggu nama calon Wakil Walikota itu dan tidak akan menggunakan hak interpelasi ataupun hak angket.

“Kita masih tetap menunggu, untuk setakat ini tidak ada hak-hak itu, karena ada yang lebih penting lagi untuk hak interpelasi,” tegasnya.

Ia juga menilai Rahma kurang beretika sebagai pejabat publik karena memilih diam dan tidak menjelaskan alasan dirinya menahan nama-nama bakal calon Wakil Walikota itu.

“Intinya ini hanya etika dari Walikota Tanjungpinang, mau sendiri sampai selesai masa jabatan ya ngomong lah di media. Jadi DPRD tidak menunggu,” tutupnya.

(Nuel)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here